MANADPOST.ID– Proses penerimaan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, dan Kementrian, menghadapi tantangan serius.
Sejumlah pelamar dari kalangan anak muda dilaporkan banyak yang gugur dalam tahapan pemeriksaan kesehatan, khususnya pada tes penglihatan (mata).
Fenomena ini terlihat dalam seleksi penerimaan Polri tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan jajaran Polda di seluruh Indonesia.
Dalam tahapan pemeriksaan visus mata, yang meliputi uji ketajaman penglihatan, buta warna, hingga pemeriksaan anatomi mata, banyak peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Menurut Panitia Penerimaan Polri 2026 Polda Sulut, masalah utama yang ditemukan adalah menurunnya kemampuan penglihatan para pelamar, di mana sebagian besar tidak mampu membaca huruf dengan jelas saat tes dilakukan. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan kebiasaan penggunaan gadget secara berlebihan sejak usia dini.
"Penggunaan smartphone dalam waktu lama, seperti bermain game berjam-jam atau menonton layar tanpa kontrol, disebut telah berdampak pada kesehatan mata generasi muda saat ini. Bahkan, kebiasaan tersebut sudah dimulai sejak usia sangat dini, mulai dari balita hingga anak sekolah dasar," jelas panitia.
Dampaknya kini terasa saat mereka memasuki usia produktif dan mencoba mendaftar sebagai anggota TNI, Polri, ASN, maupun pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta instansi vertikal lainnya yang mensyaratkan kondisi kesehatan mata yang prima.
Kebiasaan main HP sejak dini ancam henerasi emas saat mereka masuk usia produktif usia 17 sampai 30 tahun nanti.
Polda pun mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam memberikan akses gadget kepada anak-anak. Penggunaan smartphone sebaiknya dibatasi dan diawasi, terutama pada usia balita, taman kanak-kanak, hingga sekolah dasar, guna mencegah gangguan penglihatan di masa depan.
"Jika kondisi ini tidak menjadi perhatian bersama, dikhawatirkan akan semakin banyak generasi muda yang kehilangan kesempatan berkarier di institusi negara hanya karena masalah kesehatan mata yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini," imbau panitia.(*)
Editor : Tommy Waworundeng