MANADOPOST.ID- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia menyelenggarakan Cultural and Tourisme Promotion Program (CTPP) bertemakan “Sulawesi: Untamed Beauty at the Equator” di Canberra.
Acara ini turut mengundang Kawanua Se Dunia Australia Incorporated (KSD Australia) dari Melbourne.
Kegiatan ini menampilkan pagelaran busana, penampilan musik dan tarian khas dari provinsi-provinsi di Sulawesi, serta menghadirkan beberapa makanan khas Sulawesi selama kegiatan berlangsung.
KBRI Canberra menghadirkan panggung budaya tradisional Sulawesi Utara yang menampilkan musik kolintang oleh KSD Australia dengan lagu-lagu Minahasa “Esa Mokan”, “O Ina Ni Keke” dan “Si Patokaan” dan juga menampilkan Tari Kabasaran yang enerjik dengan diiringi alunan musik perkusi tambor dan kenong.
Penampilan kolintang dan tari Kabasaran memukau para tamu undungan yang korps diplomatik negara-negara sahabat, pemerintah negara federal Australia dan tamu lokal lainnya.
Program utama dalam acara ini adalah peragaan busana oleh Eco Fashion Week Australia yang menampilkan model lokal Australia dari Perth menggunakan busana pakaian yang terbuat warisan tradisional tenun Donggala Sulawesi Tengah Buya Subi dengan design yang kontemporer.
Setelah menempuh kurang lebih 8 jam perjalanan darat dengan mobil dan van yang mengangkut kolintang dari Melbourne, tim kawanua tiba di KBRI Canberra Minggu sore 19 April dengan selamat dan bertemu dengan Bapak Dubes Dr Siswo Pramono beserta Ibu Dr Marsia Gustiananda Pramono.
Pada pertemuan ini juga hadir Mrs Zuhal Kuvan-Mills, CEO Eco Fashion Week Australia dan Ibu Diah Agustiningsi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah.
Setelah makan malam, tim kawanua Melbourne yang terdiri 10 dewasa dan 3 anak-anak dialokasi ke tempat akomodasi masing-masing di Wisma Dubes, Wisma Wakil Dubes dan Wisma Atase Pendidikan untuk beristirahat persiapan pertunjukkan keesokan harinya.
Tim KSD Australia kawanua Melbourne terdiri dari Jeffry Liando (kolintang, kabasaran), Nina Kusumo Liando (vocal, tambor), Anne Singko Tjoeka (vocal, tambor), Fransisca Pandi (kolintang, kabasaran), Roy Moniaga (kolintang, kabasaran), Jorie Lengkong (kolintang), Tine Rombot Lengkong (kolintang, kabasaran), Hanny Rantung (logistik) dan Bryan Eman (kabasaran).
Peran paling penting dalam kegiatan ini dipegang oleh Bapak Bonar Simeon Bintang dari Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Canberra yang sudah mengatur segala sejak 2 bulan lalu mulai dari komunikasi awal dengan KSD Australia hingga pengaturan transportasi, akomodasi dan acara di hari-H hingga kepulangan kembali tim kawanua ke Melbourne.
Pagi tadi sebelum kepulangan tim kawanua ke Melbourne, perangkat kolintang sempat dibawa ke Wisma Dubes RI dimana Ibu Dubes Dr Marsia Gustiananda Pramono berkesempatan mencoba bermain kolintang untuk pertama kalinya bersama tim kawanua menyanyikan lagu “Waltzing Mathilda”, “Hari Kartini” dan “Bengawan Solo”.
Editor : Ayurahmi Rais