MANADOPOST.ID- Penyebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Utara belum merata. Pasalnya kini baru ada 157 SPPG yang beroperasi di seantero bumi nyiur melambai. Pun dari informasi yang diperoleh, 9 SPPG diantarnya melayani penerima manfaat di Kabupaten Sangihe.
Namun diketahui, 9 titik yang melayani sekira 8 ribu penerima manfaat di kabupaten Sangihe ini, penyebarannya masih di ibukota kabupaten Tahuna dan sekitarnya.
Sementara untuk SPPG di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), sampai saat ini belum terbentuk. Hal ini disampaikan langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari.
"Untuk SPPG 3T belum ada," katanya saat ditemui di kegiatan Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan seantero Sulawesi Utara, Selasa (21/4).
"Harapan kami semoga dipercepat yang di wilayah 3T. Sebab sampai saat ini belum ada dari pihak yayasan yang bersedia," tambahnya.
Salah satu kendala yang dihadapi, kata Thungari, kurangnya jumlah siswa atau penerima manfaat di lokasi 3T.
"Maka kita terus dorong. Karena memang jumlah siswa di perbatasan sangat sedikit. Ada yang hanya 30 siswa, 50 siswa. Maka biaya untuk mengelola SPPG perlu hitungan lagi dari pemerintah pusat," tegasnya.
Lanjutnya pemerintah daerah hanya fungsi pengawasan, sementara hak untuk mengevaluasi ada di pusat. "Dalam pelaksanaan saat ini berjalan aman, tidak ada masalah. Dan semoga segera bertambah. Karena masih ada beberapa wilayah di kepulauan dan perbatasan yang belum dilayani," terangnya.(*)
Editor : Reza Abdilah