MANADOPOST.ID- Minggu (26/4) beredar video di media sosial yang memperlihatkan proses penangkapan ikan sapu-sapu di Danau Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jaring nelayan dipenuhi ikan sapu-sapu, yang menandakan betapa masifnya populasi spesies invasif ini di perairan danau.
Fenomena ini memicu kekhawatiran warga, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan danau.
Mereka mengeluhkan bahwa ikan yang tertangkap kini didominasi sapu-sapu, yang hingga saat ini belum memiliki nilai jual di pasar lokal. Akibatnya, pendapatan mereka pun menurun.
Ikan sapu-sapu sendiri dikenal berasal dari Sungai Amazon dan awalnya masuk ke Indonesia sebagai ikan hias. Namun, pelepasan ke alam liar membuatnya berkembang pesat dan sulit dikendalikan.
Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Selain cepat berkembang biak, ikan sapu-sapu juga mampu bertahan di kondisi air yang tercemar dan minim oksigen. Bahkan, lingkungan yang buruk justru mendukung pertumbuhannya.
Sementara, dari sisi ekologi, keberadaan ikan ini dinilai merugikan karena dapat merusak habitat dasar perairan serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Ikan sapu-sapu juga diketahui memakan telur ikan lain dan bersaing dalam memperoleh makanan, sehingga mengancam populasi ikan lokal.
Editor : Ayurahmi Rais