Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menteri PPA Menuai banyak Kritikan Usai Insiden Kereta Bekasi, Netizen: Masa Menteri Pemikirannya Seperti Itu?

Ayurahmi Rais • Selasa, 28 April 2026 | 22:05 WIB
Menteri PPA
Menteri PPA


 

MAMADOPOST.ID- Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menuai sorotan tajam dari publik.

Di tengah duka mendalam pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur, usulan yang disampaikannya dinilai tidak tepat dan kurang berempati.

Dalam wawancara dengan media, seorang wartawan bertanya, apa evaluasi yang disampaikan untuk KAI usai insiden kecelakaan terjadi?

Menjawab pertanyaan itu, Arifatul mengusulkan agar kedepannya posisi gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta. 

"Dari kejadian ini kedepannya kami mengusulkan perempuan di tengah. Depan sama belakang laki-laki," ucapnya. 

Vidio wawancaranya dengan media ini viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Banyak yang mempertanyakan relevansi usulan tersebut dengan tragedi yang terjadi.

Sejumlah komentar di media sosial menilai, fokus seharusnya diarahkan pada aspek keselamatan sistem perkeretaapian, bukan pada penataan posisi gerbong berdasarkan gender.

Terlebih, pernyataan itu muncul saat suasana masih dipenuhi duka dan proses identifikasi korban masih berlangsung.

Berikut adalah daftar komentar para netizen: 

@bl1tzzz:ini mah bukan mengurangi korban tapi mengganti korban

 

@tututsawah:bagaimana kalo yang paling depan dan paling belakang utk para pejabat dan pemangku kepentingan,
harapannya agar bisa lebih berhati-hati kalau memberi kebijakan yang berhubungan dengan orang banyak

 

@Anang_y93:kenapa gak kasih 1 gerbong kosong aja yg belakang itung2 buat bemper, kyk kereta petikemas biasanya yg belakang gerbong kosong

@@ikky:Sekelas menteri jawabnya asbun bgt 😭😭🤣, gelisah bgt gua dengernya 😭

 

@faturahman:sekelas menteri pemikirannya seperti itu serius?

@Yeni Marini | Simple Skincare:bu maaf, kalo hemat saya ini bukan solusi. saya sebagai perempuan jg tidak setuju. krn semua nyawa itu berharga🙏 perbaiki saja sistem keamanan nya

 

@Endah Brimaspati Adiyatma:bu, klo saya bisa bantu yaa, mendingan begini bu ngomongnya, pertama pasti ibu bela sungkawa dulu, trus jawab aja semua hal yg terjadi akan di kaji ulang, bagaimana sebaiknya nanti kita akan lihat dari beberapa sudut pandang, dan dari ahlinya, semoga kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang, begitu aja bu cukup

@Asep Hendro737:yang jadi masalah bukan gerbong sih..lebih ke jalur dan palang pintu kereta kan? solusi paling tepat bangun under pas dan jembatan di jalur perkotaan ramai kendaraan

@lanes:kami juga laki² pengen berumur panjang bu yaAllah😭

@another me👎🏻:ya allah ibu, pernyataan seperti ini pasti akan menambah permasalahan terlebih isu double standar, baiknya kita fokus dan turut berempati atas musibah yang sedang terjadi

 

Diketahui, tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, memang menyisakan luka mendalam. Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang.

Insiden diduga bermula dari sebuah taksi listrik yang tertemper KRL di perlintasan kawasan Bulak Kapal. Peristiwa itu menyebabkan gangguan perjalanan hingga salah satu KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kondisi berhenti di jalur yang sama, KRL tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah. Bagian depan kereta jarak jauh bahkan dilaporkan menembus gerbong wanita KRL.

Hingga Selasa malam,  olda Metro Jaya mencatat, sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam kejadian ini. Sebanyak 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, tiga di RSUD Bekasi, serta masing-masing satu di RSU Bella dan RS Mitra Keluarga. Sementara itu, 76 orang lainnya mengalami luka-luka.

 




 

Editor : Ayurahmi Rais
#kecelakaan Kereta di Bekasi #Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi #Menteri PPA Tuai Kritikan Publik #menteri #Menteri PPA RI