Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sidak ke Sulut, Mentan Amran Temukan Keganjalan Jumlah Bibit Kelapa Minta Bareskrim Polri Lakukan Pemeriksaan

Ayurahmi Rais • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:55 WIB

 

Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman

MANADOPOST.ID– Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembibitan di Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/5/2026) pagi.

Kunjungan yang dilakukan itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Mentan turun langsung untuk mengecek program pembibitan nasional kelapa yang ada di Sulut..

 

"Kami bukan cari kesalahan, ingin membenarkan yang salah. Bapak Presiden perintahkan kami menanam kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi seluruh Indonesia kurang lebih 1 juta hektare. Ini kita harus kawal bersama," tegas Amran

.Ia menyebut anggaran khusus pembibitan disiapkan Rp9,95 triliun hingga Rp10 triliun dan gratis untuk rakyat Indonesia. Jika satu hektare digarap empat orang, kata dia, maka program ini bisa menyerap 3 juta tenaga kerja.

Namun dalam sidaknya itu, Mentan menemukan sejumlah kejanggalan. Temuan pertama adalah kualitas bibit yang tidak layak.

Amran menunjukkan bibit berukuran kecil yang menurutnya tidak memenuhi standar untuk ditanam.

 "Itu dari benihnya aja sudah tidak layak. Kami suruh ganti," ujarnya. Temuan kedua jauh lebih serius. Laporan yang ia terima sebelum berangkat ke Manado menyebutkan jumlah bibit di lokasi mencapai 48 ribu. Setelah dicek langsung di lapangan, jumlahnya hanya sekitar 17 ribu bibit. "Ini harus ditambah. Dan kami minta kepada reskrim, polres, ini diperiksa bersama dengan kejaksaan. Kita harus berani membuka diri. Di mana lebih itu salahnya," katanya dengan nada tinggi.

Kejanggalan ketiga terkait perawatan. Mentan mendapati kondisi lahan yang tidak terawat dengan rumput liar yang tingginya hampir sama dengan bibit. Ia menegaskan seluruh temuan ini akan diperbaiki dan sidak serupa akan dilakukan di seluruh Indonesia.

 "Jangan kita lagi mau pencitraan. Itu perintah Bapak Presiden. Apa adanya, apa yang terjadi di lapangan kita perbaiki. Tidak ada yang sempurna. Tapi jangan sampai salahnya lebih besar daripada benarnya," ucap Amran.

Terkait pengawasan, Mentan mengaku sudah menanyakan langsung ke Petugas Penyuluh Lapangan. PPL disebut sudah menegur soal rumput dan kondisi bibit, tetapi pelanggaran tetap terjadi. Amran pun turut menegur PPL tersebut. Yang membuatnya kecewa, Balai Riset dan direkturnya disebut tidak pernah turun ke lokasi.

"Nah itu internal saya nanti," tegasnya. Atas seluruh temuan ini, ia memastikan akan ada sanksi. "Kalau ada yang menyimpang, bawa saya, aku pecat. Bukan mutasi, bukan peringatan, tapi saya pecat dia jadi pegawai. Ini sering kami lakukan," katanya.

Amran bahkan mengungkap, dirinya pernah mengirim seorang direktur ke penjara dan meminta pengembalian dana Rp27 miliar yang diselewengkan. "Bukan intervensi, aku yang kirim. Saya tanda tangan, saya berhentikan, saya pecat, suruh kembalikan dana yang sudah diambil," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam, hingga Wali Kota disebutnya rajin. Karena itu, ia langsung menyetujui permintaan tambahan bibit jagung 15 hektare.

Untuk ke depan, Mentan menegaskan pembibitan di Sulut akan tetap lanjut dan bahkan ditambah sesuai permintaan Gubernur. Program ini, kata dia, harus dikawal kolaborasi TNI, Polri, Polres, hingga Kejaksaan. Ia mengklaim swasembada pangan yang ditargetkan Presiden dalam 4 tahun berhasil dicapai dalam 1 tahun berkat kolaborasi seluruh Forkopimda. "Ini hasil kerja kita semua, bukan saya. Mana bisa kawasi seluruh Indonesia dalam waktu bersamaan," katanya.

Amran memberi peringatan keras kepada seluruh pengusaha yang bermitra dengan Kementerian Pertanian. Ia menyebut nilai anggaran kemitraan mencapai sekitar Rp40 triliun.

"Tolong bekerja dengan benar. Tidak ada stor -stor fee. Kalau aku dapatkan Anda saya blacklist dan Anda saya pidanakan, termasuk karyawan saya," tegasnya.

Ia menekankan dirinya adalah pelayan rakyat dan program ini tidak boleh dipermainkan. "Kalau ada yang meminta bermain-main, laporkan ke saya, pasti saya tindak," pungkasnya.

Editor : Ayurahmi Rais
#Mentan Amran Sidak di Sulut #Keganjalan Bibit Kelapa di Sulut #Mentan Amran Sulaiman #Bibit Kelapa