Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mentan Sidak di Sulawesi Utara, Temukan Bibit Kelapa Tidak Layak, Jumlah Kuantum Tak Sesuai Laporan, Andi Amran: Perintah Presiden, Kami Cek dan Sidak

Reza Abdilah • Jumat, 1 Mei 2026 | 12:17 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Sulawesi Utara
Mentan Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Sulawesi Utara

 

MANADOPOST.ID- Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman melakukan sidak di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/4) pagi tadi.

Ketika tiba di bumi nyiur melambai, Mentan Amran melihat langsung pembibitan kelapa di Keluhan Bengkol, didampingi Gubernur Yulius Selvanus, Wagub Victor Mailangkay dan Andrei Angouw bersama jajatan masing-masing. 

Bahkan Mentan Amran langsung memeriksa jumlah kelapa dan kualitasnya. Dirinya pun terlihat berdialog dengan para jajaran Kementerian Pertanian di Sulut, serta owner pihak swasta yang mengelola pembibitan kelapa di tempat tersebut. 

Hasilnya Mantan Amran menegaskan, ada tiga hal yang tidak sesuai dengan data, yang ditemukan di lapangan. Menurutnya sidak dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 

"Hari ini kita sidak di lapangan, sesuai arahan pak Presiden RI, kami ijin untuk khusus datang kesini (Sulawesi Utara)," katanya. 

Dirinya menegaskan bahwa dalam sidak ini, ketika ditemukan hal yang salah, maka akan diperbaiki kedepan. "Kami temukan, kami bukan cari kesalahan ingin membenarkan yang salah," ungkapnya. 

Pasalnya kata Mentan, Presiden memerintahkan pihaknya untuk menanam kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, mente di seluruh Indonesia. "Ada 870 ribu hektare, kalau bisa 1 juta hektare," tegasnya. 

Ini yang harus dikawal. "Kalau 4 saja orang bekerja didalamnya, berarti 3 juta orang bekerja. Nah ini harus kita kawal bersama, anggarannya Rp9,95 triliun atau Rp10 triliun," katanya. 

Bahkan tegas Mentan, anggaran tersebut khusus pembibitan dan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia. "Kami sidak dan kami cek," tambahnya. 

Dirinya membeber beberapa hal yang ditemukan. "Yang pertama kami temukan, ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari bibitnya saja. Dari bibitnya sudah tidak layak. Kami suruh ganti," tegasnya.

Yang kedua temukan jumlah kuantumnya yang tidak sesuai. "Laporannya 48 ribu, kami terima sebelum berangkat kesini," katanya. 

"Sengaja kami sidak. Kami temukan ternyata hanya sekira 17 ribu. Ini harus ditambah dan kami minta kepada Reskrim Polres ini harus diperiksa. Kita harus berani buka diri, ini harus diperiksa bersama Kejaksaan. Ini harus diperiksa dimana titik salahnya," tambahnya. 

"Kita bukan ingin mencari kesalahan, kita ini melayani rakyat. Ketiga rumputnya sama dengan tinggi bibitnya sebagian. Nah ini kami temukan semua dilapangan, kita harus perbaiki," sambungnya. 

Mentan juga menyampaikan sidak ini akan dilakukan di seluruh Indonesia. "Dan seluruh Indonesia kami akan cek, sidak. Semua yang ikut di tempat ini, kami beri teguran. Khususnya dibawah Kementerian Pertanian. Ini tidak benar, kita harus buka diri," kata Amran. 

Jangan lagi ada pencitraan. "Itu perintah pak Presiden. Harus apa adanya. Apa yang terjadi di lapangan, kita perbaiki. Tidak ada yang sempurna, tapi sangat sampai salahnya lebih besar dari pada benarnya," katanya lagi.(*) 

Editor : Reza Abdilah
#Bibit Kelapa #Andi Amran Sulaiman #sulawesi utara #sidak #menteri pertanian