Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Selamatkan 3 WNI dari Scam Kamboja, CEP Minta Betran Cs Jadi Corong, Cegah Korban Baru

Baladewa Setlight • Senin, 4 Mei 2026 | 19:20 WIB
JADI PELAJARAN: 3 WNI asal Sulut yang berhasil dipulangkan Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA dari Scam Kamboja.
JADI PELAJARAN: 3 WNI asal Sulut yang berhasil dipulangkan Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA dari Scam Kamboja.

MANADOPOST.ID — Di tengah mengganasnya industri gelap penipuan lintas negara, sebuah kabar pulang membawa napas kelegaan.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr (HC) Christiany Eugenia Paruntu S.E S.Th MA, berhasil mengeksekusi misi kemanusiaan yang senyap namun berdampak dengan memulangkan 3 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara (Sulut) yang terjerat dalam pusaran jaringan scam online di Kamboja.

Operasi pemulangan ini bukan perkara administratif semata. Ia adalah perjalanan panjang yang melibatkan koordinasi lintas otoritas, negosiasi tak kasat mata, hingga pengurusan dokumen dalam situasi yang kerap tidak berpihak pada korban.

Ketiganya akhirnya bisa kembali ke Indonesia setelah melewati fase yang oleh sebagian penyintas disebut sebagai laboratorium penipuan digital berlapis tekanan dan intimidasi.

CEP menegaskan, keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan alarm keras bagi generasi muda Sulut yang rentan terjebak dalam ilusi pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri.

“Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah hadir dan membantu siapa pun yang membutuhkan. Tetapi saya juga ingin menekankan, 3 WNI asal Sulut ini harus menjadi corong peringatan bagi masyarakat khususnya anak muda agar tidak tergiur dengan iming-iming pekerjaan bergaji besar di Kamboja. Di balik itu ada jebakan sistemik yang bisa menghancurkan masa depan,” tegas CEP.

Lebih jauh, ia mendorong agar para penyintas tidak berhenti pada status korban yang selamat, tetapi bertransformasi menjadi agen edukasi publik.

“Mereka harus ikut berkontribusi. Ceritakan apa yang dialami. Jangan sampai ada lagi warga Sulut yang berangkat ke sana dan masuk dalam jaringan scam online. Ini harus kita putus bersama,” lanjutnya dengan nada tegas.

Salah satu WNI yang berhasil dipulangkan, Betran Rangkung, membuka lembaran kelam yang selama ini tersembunyi di balik gemerlap janji pekerjaan.

Dengan suara bergetar, ia mengaku perjalanan hidupnya di Kamboja adalah fase tergelap yang pernah ia alami.

“Puji Tuhan, hari ini saya bisa kembali. Tuhan kasih pertolongan luar biasa lewat Ibu Christiany Eugenia Paruntu dan semua pihak yang membantu. Saya tidak bisa berkata banyak, hanya mau minta pengampunan kepada Tuhan,” ungkapnya.

Betran tak menutupi bahwa dirinya sempat menjadi bagian dari praktik penipuan, sebuah realitas pahit yang sering dialami korban yang dipaksa menjadi pelaku.

“Kami dipaksa menipu orang lewat scam love. Waktu punya banyak uang, saya sempat sombong, pamer di media sosial. Bangga dengan uang hasil menipu. Tapi akhirnya semua hilang. Tuhan ambil semuanya,” katanya dengan nada penyesalan mendalam.

Ia juga mengungkap kekerasan fisik dan psikologis yang menjadi bagian dari sistem kerja di jaringan tersebut.

“Kami disetrum listrik, dipukul, disiksa. Itu bukan tempat kerja, itu tempat penyiksaan. Saya sudah satu tahun empat bulan di Phnom Penh. Menyesal sekali,” bebernya.

Kini, ia melihat kepulangannya sebagai kesempatan kedua.

“Tuhan masih kasih kesempatan untuk bertobat. Saya mau tebus semua kesalahan saya. Terima kasih Tuhan, dan terima kasih untuk Ibu CEP. Kebaikan beliau tidak bisa kami balas, biarlah Tuhan yang membalas,” ujarnya.

Betran menutup kesaksiannya dengan pesan keras yang lahir dari pengalaman pahit:

“Untuk semua warga Sulut, jangan pernah tergiur kerja di Kamboja karena gaji besar. Konsekuensinya juga besar. Lebih baik kerja apa saja di sini, yang penting kita bersyukur. Tuhan sudah atur semua porsi kehidupan kita,” kuncinya.

Langkah CEP memulangkan tiga WNI ini patut dibaca sebagai intervensi kemanusiaan sekaligus peringatan struktural. Di satu sisi, negara melalui representasi politik hadir menyelamatkan warganya. Namun di sisi lain, kasus ini menyingkap lubang besar dalam literasi digital, ketenagakerjaan, dan perlindungan migran. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#Scam Online #Kamboja #Christiany Eugenia Paruntu #CEP #sulawesi utara