MANADOPOST.ID - Suasana di area kargo Bandara Sam Ratulangi mendadak berubah tegang pada Selasa (5/5) petang.
Sebuah paket mencurigakan yang diduga mengandung bahan peledak memantik respons cepat aparat keamanan, sekaligus menyulut kekhawatiran di tengah aktivitas logistik yang padat.
Penemuan paket tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WITA, saat proses pemeriksaan rutin menggunakan mesin pemindai sinar-X (x-ray).
Dari hasil deteksi awal, paket berbalut kertas coklat berukuran kurang lebih 60x50 sentimeter itu memperlihatkan citra internal yang mengindikasikan adanya komponen berpotensi eksplosif sebuah temuan yang langsung mengaktifkan protokol keamanan berlapis di area bandara.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, paket tersebut rencananya akan dikirim menuju Jakarta melalui jasa ekspedisi J&T Express.
Namun, sebelum sempat diberangkatkan, sistem keamanan berhasil mengendus anomali pada isi kiriman tersebut.
Tak berselang lama, tim penjinak bahan peledak dari Brimob Polda Sulut diterjunkan ke lokasi.
Aparat segera melakukan sterilisasi perimeter, menutup akses terbatas, serta mengevakuasi area sekitar guna meminimalisir risiko apabila benar terjadi detonasi.
Cheren Maneking salah satu kurir JNT yang mengantar paket tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait paket tersebut.
Karena dirinya mengatakan tugas dirinya bersama temannya, hanya bertugas mengantar paket.
"Kami tidak tahu itu paket apa. Kalau kami tahu itu paket berbahaya, tentu tidak akan kami antar. Di kantor kita kan banyak divisi, nah saya dan Devid bertugas mengantar barang," bebernya.
Cheren mengatakan, bahwa paket tersebut berasal dari gudang JNT.
Dirinya mengatakan berdasarkan resi pengiriman, paket tersebut berasal dari cek poin Bitung.
"Yang kami tau itu barang dari Bitung. Barang akan dikirim ke Jakarta," imbuhnya yang turut dibenarkan rekan kurir lainnya Devid Adrian Laloan.
Seorang warga yang berada di lokasi dan enggan untuk disebutkan identitasnya menuturkan bahwa situasi sempat mencekam saat tim melakukan penanganan.
“Saya sempat mendengar bunyi seperti ledakan kecil dari dalam area pengamanan. Itu terjadi ketika tim Brimob sudah berada di lokasi. Kami tidak tahu pasti apakah itu bom atau bukan, kami hanya melihat dari kejauhan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait status akhir paket tersebut apakah benar mengandung bahan peledak aktif atau sekadar perangkat tertentu yang menyerupai komponen eksplosif dalam citra x-ray.
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman forensik serta penelusuran asal-usul paket guna mengungkap potensi pelanggaran hukum yang mungkin terjadi. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight