MANADOPOST.ID — Universitas Sam Ratulangi kembali menorehkan sejarah akademik. Hari ini, Kamis 7 Mei 2026, Rektor Unsrat Prof. Berty Sompie kembali mengukuhkan 10 guru besar baru dalam upacara pengukuhan di Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo. 10 Profesor baru ini menambah deretan profesor yang lahir di bawah kepemimpinannya.
Dengan tambahan tersebut, total guru besar yang telah dikukuhkan sejak masa kepemimpinan Prof Sompie dimulai mencapai sekitar 50 orang. Capaian ini disebut menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah Unsrat dalam satu periode kepemimpinan rektor.
Lonjakan jumlah profesor itu dinilai menjadi indikator kuat percepatan kualitas akademik, riset, dan inovasi di kampus terbesar di Sulawesi Utara tersebut.
Berdasarkan data pengukuhan guru besar di era Prof Sompie, akselerasi peningkatan sumber daya akademik Unsrat terlihat sangat signifikan.
Pada Oktober 2023, Unsrat mengukuhkan 11 guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Selanjutnya pada Januari 2025, Unsrat mencetak sejarah baru dengan pengukuhan 21 guru besar sekaligus dalam satu sesi, menjadi salah satu pengukuhan profesor terbesar yang pernah dilakukan kampus tersebut.
Kemudian pada September 2025, kembali dikukuhkan 8 guru besar baru dari berbagai fakultas strategis seperti Kedokteran, Teknik, Perikanan dan Ilmu Kelautan, hingga Hukum.
Terbaru, pada Kamis hari ini 7 Mei 2026, sebanyak 10 guru besar kembali dikukuhkan, sehingga total profesor baru di era Prof Sompie mencapai 50 orang.
Penambahan besar-besaran guru besar ini membuat jumlah profesor aktif di Unsrat kini mendekati 200 orang. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan kapasitas akademik yang cukup pesat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Penguatan jumlah guru besar dinilai sangat penting karena menjadi fondasi utama dalam peningkatan mutu perguruan tinggi, terutama dalam pengembangan riset, publikasi ilmiah internasional, inovasi teknologi, hingga peningkatan reputasi kampus di tingkat nasional maupun global.
Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif, langkah percepatan lahirnya profesor baru di Unsrat juga dianggap sebagai strategi penting untuk memperkuat posisi kampus sebagai salah satu pusat pendidikan unggulan di kawasan Indonesia Timur.
Hingga Mei 2026, kepemimpinan Prof Sompie dinilai berhasil mendorong akselerasi pengembangan akademik secara nyata, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan budaya riset di lingkungan Unsrat.
Prestasi ini membuat masyarakat Sulut berharap Prof Sompie kembali memimpin perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Sulut ini di periode kedua. Agar Unsrat makin maju, makin unggul, dan makin berkualitas untuk mendukung Sulut maju sejahtera berkelanjutan menopang Indonesia emas 2045. (*)
Editor : Tommy Waworundeng