Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dikenal ​Gubernur Sulut Yang Paling Sering Kunjungi Miangas, Mendiang S.H. Sarundajang: Pemimpin yang Menjadikan Miangas Sebagai 'Hati' Indonesia

Tommy Waworundeng • Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:07 WIB
Mendiang mantan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama Kapolda dan Forkopimda kunjungi Miangas
Mendiang mantan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama Kapolda dan Forkopimda kunjungi Miangas

 

MANADOPOST.ID– Dalam catatan sejarah pembangunan Sulawesi Utara, nama mendiang  Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) tidak bisa dilepaskan dari komitmennya terhadap wilayah perbatasan.

Selama dua periode kepemimpinannya (2005–2015), SHS menorehkan tinta emas sebagai Gubernur Sulawesi Utara yang paling rutin menapaki kaki di Pulau Miangas dan pulau-pulau terluar lainnya.

​Bagi SHS, Miangas bukanlah titik terjauh yang terisolasi, melainkan "Beranda Depan" kedaulatan NKRI.

​Meski tidak ada angka kumulatif yang tercatat secara kaku dalam buku statistik, intensitas kunjungan SHS ke Miangas melampaui seremoni kepemimpinan pada umumnya.

Mendiang Gubernur SHS bersama Forkopimda naik sepeda motor di Miangas
Mendiang Gubernur SHS bersama Forkopimda naik sepeda motor di Miangas

 

Beliau tidak hanya datang untuk memotong pita atau berfoto. Kunjungan-kunjungannya bersifat strategis dan rutin, terutama di awal masa jabatan untuk memetakan langsung persoalan kemiskinan dan isolasi geografis yang mencekik warga perbatasan.

​Setiap kali terjadi krisis pangan atau kelangkaan BBM di wilayah Talaud, SHS seringkali menjadi orang pertama yang turun lapangan, memastikan distribusi bantuan logistik sampai ke tangan warga.

​Kehadiran SHS yang berulang kali di Miangas memiliki tujuan besar: Memutus Isolasi. Beliau adalah sosok yang gigih meninjau lokasi dan melobi pemerintah pusat untuk pembangunan Bandara Miangas.

Fondasi kuat yang diletakkan SHS inilah yang akhirnya memungkinkan Presiden Joko Widodo meresmikan bandara tersebut pada tahun 2016. Tanpa kegigihan kunjungan lapangan SHS, akses udara di pulau tersebut mungkin hanya menjadi mimpi panjang.

​Momen emosional terjadi pada 8-11 September 2015. Hanya beberapa minggu sebelum mengakhiri masa jabatan sebagai Gubernur, SHS melakukan kunjungan terakhirnya ke Miangas menggunakan KRI Oswald Siahaan (354) milik TNI AL.

​Kunjungan tersebut bukan sekadar urusan dinas, melainkan momen "pamitan" kepada warga perbatasan. Dalam kesempatan itu, beliau tetap memastikan stok beras dolog, ketersediaan obat-obatan, hingga kualitas sinyal telekomunikasi tetap terjaga bagi masyarakat di sana.

​Predikat "Gubernur Perbatasan" melekat erat pada dirinya bukan tanpa alasan. Frekuensi kunjungan yang tinggi ke Miangas, Marore, hingga Kakorotan adalah manifestasi dari visi "Geopolitik dan Geostrategi" miliknya. SHS percaya bahwa kehadiran fisik seorang pemimpin di titik nol adalah diplomasi kedaulatan yang paling kuat.

​"Beliau adalah sosok yang hadir. Di saat pemimpin lain mungkin hanya datang sekali seumur jabatan, SHS bisa datang berkali-kali dalam setahun, baik menumpang kapal perintis maupun kapal perang, demi memastikan Miangas tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Pintu Gerbang Asia Pasifik," ujar salah satu kolega beliau.

​Kini, meski sang "Maestro Perbatasan" telah tiada, jejak langkahnya di pasir pantai Miangas tetap menjadi pengingat bahwa kedaulatan negara dimulai dari perhatian seorang pemimpin terhadap wilayah paling ujung.(*)

Editor : Tommy Waworundeng
#miangas #Gubernur #Sulut #SH Sarundajang