Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Manado Post FGD Membedah Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Sulut Q1 Melambat di Bawah Nasional dan Merumuskan Solusinya

Tommy Waworundeng • Minggu, 10 Mei 2026 | 19:22 WIB
Kurva Pertumbuhan Ekonomi Sulut Q1 Melambat di Bawah Nasional
Kurva Pertumbuhan Ekonomi Sulut Q1 Melambat di Bawah Nasional

 

MANADOPOST.ID — Harian Manado Post akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Lampu Kuning Ekonomi Sulut: Membedah Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Sulut Triwulan I 2026 Turun di Bawah Nasional dan Merumuskan Solusinya” pada Senin, 11 Mei 2026 di lantai 5 Grah Pena
Manado Post.

FGD ini digelar sebagai respons atas melambatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara pada Triwulan I Tahun 2026 yang tercatat sebesar 5,54 persen, sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Meski selisihnya relatif kecil, kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal penting karena untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Sulut berada di bawah rata-rata nasional.

Selama ini, Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi paling progresif di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, perlambatan ini memunculkan berbagai pertanyaan strategis mengenai daya tahan dan struktur ekonomi daerah.

FGD tersebut akan menjadi ruang diskusi ilmiah dan strategis guna membedah secara objektif penyebab perlambatan ekonomi Sulut sekaligus merumuskan solusi serta rekomendasi kebijakan ke depan.

Berbagai isu penting akan dibahas dalam forum ini, mulai dari melemahnya konsumsi rumah tangga, perlambatan belanja pemerintah, penurunan investasi, kondisi ekspor dan perdagangan, hingga dampak ekonomi global terhadap daerah.

Selain itu, forum juga akan mengulas tantangan mendasar ekonomi Sulut seperti ketergantungan pada konsumsi, hilirisasi komoditas yang belum optimal, produktivitas sektor unggulan, serta persoalan infrastruktur dan logistik.

Manado Post menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam FGD ini, antara lain Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Bappeda Sulut, Bank Indonesia Perwakilan Sulut, OJK SulutGoMalut, akademisi, ekonom, pelaku usaha, organisasi pengusaha, perbankan, media massa, mahasiswa hingga pemerhati ekonomi.

Sejumlah narasumber yang diusulkan hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kepala BPS Sulut, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulut, pelaku usaha, APINDO, serta pengamat ekonomi regional.

Dalam FGD ini juga akan dibahas langkah-langkah strategis guna memperkuat sektor riil, mendorong hilirisasi komoditas unggulan, meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, mempercepat digitalisasi ekonomi, hingga pengembangan industri berbasis kelautan, pertanian, dan pariwisata.

Kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WITA dengan registrasi peserta dan akan ditutup pukul 12.00 WITA setelah perumusan kesimpulan dan rekomendasi.

Penyelenggara berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi percepatan pemulihan ekonomi Sulut sekaligus menjadi catatan kritis terhadap arah kebijakan ekonomi daerah.

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi Sulut pada Triwulan I 2026 harus menjadi perhatian bersama agar daerah ini tidak kehilangan momentum pertumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara,” demikian salah satu poin dalam TOR kegiatan tersebut.

Melalui diskusi yang konstruktif dan kolaboratif, FGD ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret agar ekonomi Sulawesi Utara kembali tumbuh lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing untuk masyarakat Sulut maju sejahtera. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#nasional #Sulut #pertumbuhan ekonomi #Manado Post #FGD