Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Turis Korsel 'Serbu' Sulawesi Utara, Tiongkok Urutan Dua

Gregorius Mokalu • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:35 WIB
 
Turis Korsel
Turis Korsel 'Serbu' Sulawesi Utara, Tiongkok Urutan Dua
 
MANADOPOST.ID—Kinerja sektor pariwisata Sulawesi Utara pada Maret 2026 menunjukkan tren positif. 
 
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) dan Tiongkok masih menjadi penyumbang terbesar. 
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, kunjungan wisman pada Maret 2026 tercatat mencapai 11.517 kunjungan atau naik 161,33 persen secara year-on-year (y-on-y). 
 
Lonjakan tersebut dinilai menjadi sinyal mulai pulih dan bergairahnya sektor pariwisata daerah.
Tak hanya kunjungan wisatawan asing, indikator sektor akomodasi dan perjalanan domestik juga ikut mengalami peningkatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 mencapai 43,28 persen atau naik 9,82 poin dibanding periode yang sama tahun lalu. 
 
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat mencapai 1.502 perjalanan atau tumbuh 23,93 persen (y-on-y). Sedangkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1.295.077 perjalanan atau meningkat 35,66 persen dibanding Maret 2025. 
 
Harianto, Pemerhati Publik, menilai peningkatan angka kunjungan tersebut menjadi kabar baik bagi pemulihan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga pelaku UMKM. 
 
“Angka ini tentu positif karena menunjukkan Sulut masih memiliki daya tarik wisata yang kuat. Dampaknya bisa langsung dirasakan sektor hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha kecil,” ujar Harianto. 
 
Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada tingginya angka kunjungan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan dampak ekonomi yang dihasilkan. 
 
“Yang perlu diperhatikan adalah apakah kenaikan jumlah wisatawan ini benar-benar berdampak besar terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat lokal. Jangan sampai angka kunjungan tinggi, tapi belanja wisatawan rendah atau hanya terpusat di lokasi tertentu,” katanya. 
 
Harianto juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan wisata di Sulawesi Utara agar tren pertumbuhan tersebut dapat terjaga dalam jangka panjang. 
 
“Kalau pertumbuhan kunjungan tidak diimbangi infrastruktur, kebersihan, keamanan, dan pelayanan yang baik, maka wisatawan bisa saja tidak kembali lagi.” tandasnya. (*)

 

Editor : Gregorius Mokalu
#data #sulawesi utara #wisatawan #turis