MANADOPOST.ID — Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bersama Majelis Keluarga Besar Permesta kembali menggelar seminar akademik pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Seminar lokal tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 08.30–12.00 WITA di Lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat. Sebagai lanjutan seminar nasional yang sudah dilaksanakan di Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo, 9 April 2026 lalu.
Seminar ini juga digelar dalam rangka Dies Natalis ke-61 Fakultas Ilmu Budaya Unsrat, sekaligus menjadi bagian dari upaya restorasi sejarah untuk menakar kembali kontribusi Prof. Soemitro Djojohadikusumo dalam arsitektur ekonomi Indonesia menuju pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng bersama Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw dan Dekan FIB Unsrat Prof. Dr. Golda Juliet Tulung, S.S., M.A., Ph.D., mengundang masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta pemerhati sejarah untuk hadir dalam seminar tersebut.
Seminar akademik bertajuk “Restorasi Sejarah: Menakar Kontribusi Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo Dalam Arsitektur Ekonomi Indonesia Menuju Gelar Pahlawan Nasional” ini akan menghadirkan sejumlah pembicara handal dari kalangan akademisi dan sejarawan.
Yakni Dekan FIB Unsrat Prof Golda Juliet Tulong, dosen Ilmu Sejarah Unsrat Roger Allan Ch Kembuan, Penasihat Masyarakat dan Sejarawan Indonesia Drs. Fendy Parengkuan, serta Ketua ISEI Manado Sulawesi Utara Prof. Joy Elly Tulung PhD.
Rektor Prof Sompie mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat kajian akademik mengenai kiprah dan pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi nasional dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
"Melalui seminar ini, Unsrat dan Majelis Keluarga Besar Permesta berharap lahir dukungan akademik dan historis yang lebih luas terhadap pengusulan Prof. Soemitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional," harap Rektor Prof Berty Sompie dan Ketua MKBP Philip Pantouw. (*)
Editor : Tommy Waworundeng