Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Masyarakat Diajak Nobar Film Pesta Babi yang Digelar di Kampungnya Presiden Prabowo di Minahasa, Akankah Dilarang?

Livrando Kambey • Senin, 18 Mei 2026 | 08:37 WIB
Flyer nobar Film Pesta Babi di Langowan yang beredar di media sosial

 
Flyer nobar Film Pesta Babi di Langowan yang beredar di media sosial  

 

MANADOPOST.ID-Film Pesta Babi sempat jadi polemik. Beberapa daerah di Indonesia terjadi pelarangan dan penghentian nonton bareng (nobar) film karya Dandhy Dwi Laksono itu oleh pihak TNI.

 

Makin dilarang, makin dilawan. Itulah yang terjadi saat ini. Ajakan untuk nobar Film Pesta Babi pun terlihat dimana-mana. Tak terkecuali di Sulut. 

 

Sejumlah komunitas dan organisasi pun akan melaksanakan nonton bareng (nobar) Film Pesta Babi, Senin (18/5) hari ini.

 

Pelaksanaan nobar tersebut akan digelar di Desa Walewangko, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa. Tepatnya di Kobong Om Tani, Pukul 16.00. 

 

Langowan diketahui merupakan kampungnya Presiden Prabowo Subianto. Sebab, Ibunda Prabowo, Dora Sigar adalah asli Langowan. 

 

Tak hanya nobar saja, momen tersebut juga akan diisi diskusi terkait film tersebut dengan menghadirkan Pemantik diskusi yakni Donny Rumagit, Satriano Pangkey, Rendy Manaroisong, Maylen Kalangi serta moderator Johanes Gerung.

 

Komunitas dan organisasi yang menyelenggarakan nobar tersebut antara lain, Wale Literasi, Institut Makelai, FBKL Langowan Kreatif, Solidaritas Kalelondey Memanggil, LBH Keadilan Untuk Semua, LBH Manado dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

 

"Di tengah tanah yang terus diperebutkan, selalu ada suara-suara yang memilih untuk bertahan.

 

Melalui film Pesta Babi, kita tidak hanya menonton cerita, tetapi juga membaca luka, kemarahan dan ingatan tentang ruang hidup yang perlahan dirampas atas nama pembangunan," kata Ketua Solidaritas Kalelondey Memanggil (SKM) Rendy Manaroinsong dan Johanes Gerung dari Institute Makalei.

 

Dirinya mengajak masyarakat untuk duduk bersama, menonton, berdiskusi dan mendengar lebih dekat bagaimana masyarakat adat, tanah dan kehidupan saling terhubung dalam satu nafas perjuangan.

 

"Mari kita semua meramaikan Kobong Om Tani Langowan dengan nonton bersama film dokumenter karya dari Bung Dandhy Dwi Laksono Cs. Menjaga tanah, berarti menjaga masa depan," pungkasnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
#prabowo #Pesta #Minahasa