Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ini Beberapa Temuan Biddokes Polda Sulut terkait Kondisi Korban dalam Tragedi Kebakaran Megamall Manado

Grand Regar • Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB
Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif MARS
Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif MARS

MANADOPOST.ID-Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif MARS, menjelaskan temuan pihaknya, mulai dari evakuasi hingga pemeriksaan korban meninggal dalam tragedi memilukan kebakaran Megamall Manado, Sabtu malam pekan lalu.

"Kami dari tim Dokpol pada saat kejadian, langsung melaksanakan olah TKP. Kemudian pada saat olah TKP, kami mendapatkan satu jenazah. Kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Setelah itu, kami melaksanakan pemeriksaan terhadap jenazah, yaitu pemeriksaan luar. Pemeriksaan luar karena untuk pemeriksaan otopsi ini ternyata keluarga menolak. Sehingga kami, pemeriksaan yang memungkinkan kami melaksanakan adalah pemeriksaan luar,” ungkap dr Tasrif di Mapolda.

Dari pemeriksaan luar, Kabid Dokkes menjelaskan pihaknya menemukan beberapa temuan. Yang pertama, beberapa luka lecet di beberapa tempat. Ada di dahi, pipi, kaki, dan di perut. Kemudian temuannya lainnya bahwa pakaian korban dan identitas korban utuh, tidak terbakar.

“Tidak terbakar, baik baju, celana, identitas korban yang masih melekat, juga ID card-nya. Kemudian wajah juga tidak ada terjadi luka bakar yang serius. Kalau kami menghitung, luka bakar kurang dari 10%,” jelasnya lagi.

"Terkait kemungkinan penyebab kematian. Kalau kita berbicara penyebab kematian, kita hanya bisa memastikan jika dilaksanakan otopsi. Tetapi, kami bisa memberikan sedikit penjelasan mengenai kasus-kasus kematian pada kebakaran, kasus kebakaran. Melihat kondisi jenazah, kami memperkirakan, ini bukan meninggal karena luka terbakar, karena memang masih tingkat luka bakarnya masih di bawah 10%,” bebernya.

Lanjutnya, beberapa hal yang memungkinkan terjadinya hal fatal pada kasus kebakaran, yang pertama: Korban akan mengalami gagal napas diakibatkan karena beberapa hal. “Yang pertama, akan menghisap asap yang panas. Kemudian banyaknya gas CO2, ini akan menyebabkan gangguan di saluran pernapasannya, saluran pernapasan. Saluran pernapasan akan terganggu, akan rusak, sehingga terjadi gangguan napas dan terjadi gagal napas,” jelas kabid Dokkes.

“Yang kedua, pada asap kebakaran itu biasanya banyak gas CO2 dan CO, terutama gas CO, karbon monoksida. Ini yang menyebabkan cepat mati atau lemas. Kenapa? Gas ini akan mengikat oksigen, eh ulangi, gas ini akan cepat berikatan dengan hemoglobin. Sehingga hemoglobin itu tidak bisa mengikat O2 di udara. Sehingga apa, korban akan mengalami hipoksia, kekurangan oksigen. Akhirnya, seluruh organ vitalnya akan mengalami gagal, sehingga menyebabkan kematian,” jelasnya.

“Kemudian ada juga kita dapatkan kasus keracunan beberapa gas beracun, misalnya sianida. Pada kasus kebakaran, banyak dihasilkan gas-gas yang beracun seperti sianida. Ini yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Untuk yang sekarang, sekali lagi kami masih belum bisa memastikan karena kami tidak melaksanakan otopsi ya, tapi hal-hal yang saya sebutkan tadi itulah yang sering terjadi,” urainya.

Lebih lanjut disebutkan, paling sering terjadi berdasarkan data, karena keracunan karbon monoksida. “Kalau kita otopsi, sangat khas eh warna merah khas di daerah saluran napas. Demikian yang mungkin kita bisa sampaikan ya,” kata dr Tasrif.

Lantas bagaimana kondisi korban yang lain? “Oh, korban selamat di rumah sakit lain ya. Sudah dirujuk ke rumah sakit lain. Eh alhamdulillah semakin baik kondisinya. Kemudian untuk jenazah, hari itu juga jam 5 pagi kita sudah serahkan ke jenazah, eh ke keluarga ya, demikian,” tandas Kabid Dokkes.(gnr)

Editor : Grand Regar
#Kebakaran #MANADO #Megamall #Polda Sulut #temuan