MANADOPOST.ID- Gerakan Nasional Migran Aman resmi dicanangkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Senin (18/5). Berlangsung secara virtual, juga diikuti Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara bersama jajaran Balai di 23 Provinsi seluruh Indonesia.
Di bumi nyiur melambai, nampak dipimpin langsung Kepala Balai Syachrul Afriyadi, turut dihadiri jajaran pihak terkait. Ada Polda Sulut, Imigrasi, Disnakertrans, akademis dan para tamu undangan lainnya.
Berlangsung terpusat dari Aula KH Abdurrahman Wahid Kantor KP2MI. Dicanangkan langsung Menteri P2MI Mukhtarudin.
Dalam tayangan nasional, diawali dalam vidio mandat Perlindungan Migran Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto kepada KP2MI.
"Jutaan tenaga kita diminta. Di Eropa minta pekerja hotel, cafe, restoran. Diminta 1 juta (tenaga kerja) tiap tahun. Kepala Negara di Eropa tanya ke saya, bisakah saya kirimkan (tenaga kerja)? ungkap Presiden.
"Hotel-hotel tidak ada yang kerja. Restoran kewalahan. Dan mereka terkesan, katanya orang Indonesia ramah-ramah. Berarti kita harus didik mereka bahasa. Ada yang bahasa Inggris, bahasa Arab, kita didik bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Korea juga kita didik," tambahnya.
Maka kata Presiden, pemerintah harus mempersiapkan calon pekerja Migran Indonesia. "Kita diminta perawatan untuk rumah sakit, caregiver untuk orang tua disana. Rakyat kita terkenal tabah, sopan dan ramah. Mereka minta. Jadi ini harus disiapkan kesitu. Karena kita sadar lapangan kerja yang kita butuh," terangnya.
Namun Presiden juga menegaskan agar jadi pekerja migran yang legal. "Sekali lagi saya ingatkan, jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, resikonya negara asing akan bertindak. Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini dan itu," tegasnya.
Hal ini yang mendasari KP2MI melaksanakan Garakan Nasional Migran Aman. Disampaikan Menteri Mukhtarudin.
"Maka sesuai dengan arahan bapak Presiden, kami pertama adalah peningkatan kualitas perlindungan pekerja migran Indonesia. Jadi sebelum berangkat, ketika penempatan dan setelah penempatan, jadi perlindungan menyeluruh dari negara," tegasnya.
Dirinya memastikan bahwa negara hadir dalam konteks melakukan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Migran Indonesia.
"Ada peluang yang bisa kita manfaatkan secara prosedural, yang lebih bermartabat dan memberikan jaminan sosial yang baik dan tentu terlindungi oleh negara," katanya.
Lauching pun dilaksanakan oleh Menteri KP2MI Muktaridin. Dihadiri langsung Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, jajaran Menteri dan Wakil Menteri, para Ketum P3MI, Kadin dan tamu undangan lainnya.
"Terima kasih atas dukungan pencanangan Gerakan Nasional Migran hari ini. Dalam rangka melindungi pekerja migran Indonesia dan menjaga martabat anak bangsa di seluruh dunia," terangnya.
Lanjutnya menegaskan pencanangan ini sebuah langkah yang diharapkan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
"Dari desa kita bagun kesadaran dan memperkuat perlindungan Migran Indonesia. Dan para tokoh agama, saya mengajak untuk menyampaikan pesan migran aman dari mimbar kebaikan, karena dapat mencegah satu keluarga dari penipuan, ekploitasi dan jebakan ilegal," ungkapnya.
"Pekerja Migran Indonesia bukan sekedar objektif kebijakan, tapi wajah kita sendiri. Maka tiap langkah pelindungan, tentang bagaimana negara hadir menjaga harkat martabat masa depan warganya," tambahnya.
"Saya nyatakan dimulainya Gerakan Nasional Migran Aman. Mari berkenan bersama, menghadirkan perlindungan nyata bagi pekerjaan Migran Indonesia. Semoga dirasakan manfaatnya," sambungnya.(*)
Editor : Reza Abdilah