MANADOPOST.ID- Manado Post akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mewujudkan Bantuan 2 Juta Bibit Kelapa yang Transparan, Tepat Sasaran, Berkualitas, dan Berpihak kepada Petani Menuju Nyiur Melambai yang Maju Sejahtera Berkelanjutan” pada Kamis, 21 Mei 2026, di lantai 5 Grha Pena Manado Post.
FGD ini digelar sebagai bentuk kepedulian Manado Post terhadap program bantuan 2 juta bibit kelapa dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia senilai sekitar Rp76 miliar yang diperuntukkan bagi Provinsi Sulawesi Utara.
"Program ini sangat strategis untuk mendorong kebangkitan sektor perkebunan kelapa, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ekonomi Sulawesi Utara yang berbasis komoditas unggulan kelapa. Namun dalam pelaksanaannya, muncul berbagai persoalan di lapangan. Menteri Pertanian saat inspeksi mendadak, menyoroti dugaan ketidaksesuaian jumlah bibit yang tersedia dengan target bantuan. Bahkan disebutkan, bibit yang ditemukan di lapangan hanya sekitar 17 ribu bibit dari total bantuan yang direncanakan mencapai 2 juta bibit," ujar Direktur Manado Post Tommy Waworundeng.
Tidak hanya itu, kualitas bibit juga menjadi sorotan karena dinilai tidak memenuhi standar tanam. Bibit disebut berukuran kecil dan tidak layak tanam.
Persoalan tersebut bahkan memicu perhatian serius Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang secara terbuka menyampaikan kekecewaan terhadap kualitas bantuan bibit kelapa tersebut.
"Karena itu, kami Manado Post sebagai media terbesar dan media rujukan di Sulut memandang perlu adanya ruang diskusi bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan program, memperkuat pengawasan, serta merumuskan solusi konkret agar bantuan benar-benar tepat sasaran masyarakat petani dan tidak diselewengkan," ujar Waworundeng.
Salah satu usulan yang berkembang dalam forum ini adalah mekanisme bantuan berbasis petani. Dalam skema tersebut, pemerintah diusulkan memberikan bantuan langsung sebesar Rp30 ribu per bibit kepada petani, sehingga petani dapat memilih dan menyiapkan sendiri bibit unggul sesuai kebutuhan lahan mereka.
FGD akan menghadirkan berbagai unsur mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan, perwakilan Kementerian Pertanian, Dekan Pertanian Universitas Sam Ratulangi, pakar pertanian dan kelapa, kelompok tani, pengamat ekonomi, aparat pengawasan internal pemerintah, DPRD, hingga media massa.
Sejumlah pokok bahasan yang akan dibedah dalam FGD antara lain evaluasi bantuan 2 juta bibit kelapa Rp76 miliar, dugaan ketidaksesuaian kualitas dan kualitas bibit, pengawasan distribusi bantuan, standarisasi bibit unggul, mekanisme bantuan langsung kepada petani, hingga pencegahan praktik penyelewengan dan mafia pengadaan.
Selain itu, forum juga akan membahas strategi pengembangan industri kelapa Sulawesi Utara agar lebih maju dan berkelanjutan.
Direktur Manado Post, Tommy Waworundeng, berharap FGD ini menjadi ruang kontrol sosial demi kepentingan publik dan masa depan petani kelapa di Sulawesi Utara.
“FGD ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk mengawal program bantuan bibit kelapa agar benar-benar memberi manfaat kepada petani, meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa, serta mencegah terjadinya penyimpangan anggaran negara. Kesemuanya itu dalam rangka menuju Sulawesi Utara yang maju sejahtera dan berkelanjutan untuk Indonesia emas,” ujarnya.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi resmi, sistem penyaluran bantuan berbasis petani, komitmen pengawasan bersama, serta dorongan penggunaan bibit unggul berkualitas tinggi demi masa depan industri kelapa Sulawesi Utara dan Indonesia. (*)
Editor : Reza Abdilah