MANADOPOST.ID- Sukacita sarat sejarah dimaknai GMIM Yerusalem Kalawat Wilayah Kalawat IV. Perjalanan iman selama 25 tahun dirayakan penuh ungkapan syukur, Minggu (24/5).
Sejak 2001 jadi jemaat mandiri, bertumbuh dalam kasih Tuhan, berbuah bagi jemaat seantero GMIM dan masyarakat di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Dalam ibadah minggu yang berlangsung khusyuk, serangkai dengan momentum haru Pengutusan Pdt Martiny Maramis Tumurang STh yang telah melayani di jemaat yang ada di Wilayah Pelayanan GMIM Kalawat IV, sekira 4 tahun.
Dan menerima dengan kebahagiaan Pdt Meiske Kotulus Kahiking STh, yang akan melanjutkan pelayanan kedepan di GMIM Yerusalem Kalawat.
Puncak syukur HUT ke 25 GMIM Yerusalem Kalawat Wilayah Kalawat IV diimpin Wakil Ketua BPMS Bidang Ajaran dan Tata Gereja Pdt Janny Rende. Yang dihadiri seluruh jemaat yang tersebar di 15 kolom pelayanan, para pendeta yang pernah jadi bagian pelayanan jemaat dan para tamu undangan.
Maka dalam bagian bacaan Kisah Para Rasul 2 ayat 29 sampai 40, Pdt Janny mengingatkan hal penting yang mungkin sering dilupakan jemaat. "Roh kudus bukan hanya dicurahkan di atas gereja-Nya, namun berdiam didalam orang percaya," katanya.
Pun dalam 1 Korintus 3 ayat 19. "Maka kita pahami, kita bait Allah dan roh kudus diam didalamnya, maka kita siap diatur lewat aturan-aturan. Gereja itu saya dan saudara, saya dan saudara diberi kuasa untuk mengatur gereja ini. Baik Pelsus, Badan Pekerja dan unsur pelayanan lainnya," ungkapnya.
"Roh kudus bukan hanya berdiam kepada kita yang adalah bait Allah. Maka pikiran, perkataan dan perbuatan, setidaknya-tidaknya tidak berpenyakit. Angkuh, iri, dengki, sombong. Pusatnya ada di hati," tambahnya.
"Hati yang tidak berpenyakit adalah hari yang dituntun oleh Roh Kudus. Dicurahkan, diam didalam dan terlihat dari apa yang keluar dan perkataan dan perbuatan. Jadi menggambarkan bahwa roh kudus itu hadir, tiap orang yang mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, maka Roh Kudus itu hadir," sambungnya.
Itulah Pentakosta menjadi sangat pribadi. "Sehingga bukan hanya merayakan seperti ini, tapi lebih dalam bahwa Pentakosta jadi pribadi adalah kelakuan kita, kelakuan Pentakosta. Jadi Pentakosta sepanjang hari, tiap saat dan tiap detik. Gereja tidak akan hidup kalau hanya bangunan yang aktif, tapi hati jemaat kosong," tegasnya.
Diketahui di usia perak, jemaat Yerusalem Kalawat sudah kian dewasa dalam perjalanan panjang persekutuan. Dimulai dari 3 kolom hasil pemekaran dari GMIM Bukit Zaitun, kini betumbuh jadi sekira seribuan jiwa dalam pelayanannya. Yang kini dilayani oleh Ketua BPMJ Pdt Jusak Fentje Damongilala, MTh.
Untuk itu, sukacita disampaikan Ketua BPMW Kalawat IV
Pdt Mouna Rumayar. "Luar biasa di hari Pentakosta kita boleh merayakan HUT Jemaat ke 25. Bersyukur kepada Tuhan bisa terlaksana dengan baik. Perkembangan yang ada luar biasa. Salut atas persiapan yang dilakukan untuk pelayanan," ungkapnya.
"Bersyukur juga atas pengutusan dan penerimaan. Konsentrasi dalam pelayanan. Dimana kita ditempatkan, konsentrasi kita dalam pelayanan. Suport dari keluarga sangat menentukan pelayanan. Pertahankan apa yang baik," tambahnya.
Bupati Joune Ganda diwakili Camat Kalawat Agustinus Dondokambey turut serta dalam kebahagiaan jemaat. "Selamat ulang tahun kepada seluruh Jemaat GMIM Yerusalem Kalawat. Kiranya Jemaat semakin bertumbuh dan berbuah ditengah masyarakat," tegasnya.
Lanjutnya menyampaikan pentingnya dalam pelayanan adalah kedewasaan dalam melayani masyarakat. "Banyak karya iman yang terjadi dalam pelayanan. Terutama gereja dalam mendukung pemerintah dalam ekonomi dan mempromosikan nilai kerukunan di tengah masyarakat. Juga kepada para pendeta yang melanjutkan pelayanan, kiranya dapat membawa semangat pelayanan," katanya.
Ketua Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) GMIM Yerusalem Kalawat 2026 Miracle LR Sendow, S.Kom menyampaikan syukur seluruh rangkaian ulang tahun jemaat berjalan atas anugerah dan tuntunan Tuhan.
"Kami meyakini bahwa suksesnya acara ini adalah karena perkenanan Tuhan atas setiap agenda acara yang telah kami susun. Dan dalam jalannya acara ini, ada banyak pihak yang telah terlibat membantu, saya menyampaikan ucapan terima kasih," ungkapnya.
Dirinya berharap bahwa jemaat makin bertumbuh dalam iman di usia 25 tahun. "Kiranya jemaat bisa makin dewasa dalam iman. Makin berkembang dalam pelayanan. Dan kedepan dapat memancarkan cinta kasih Tuhan di tengah masyarakat," tegasnya.(*)
.
Editor : Reza Abdilah