MANADOPOST.ID- 109 tahun Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo diperingati dari Sulawesi Utara. Dari Grha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) dan Markas Komando Permesta Indonesia berkolaborasi, Jumat (29/5).
29 Mei 1917 silam, lahirlah ekonom agung Indonesia. Peringatannya disimbolkan dengan tema: "Sumitronomics dan semangat Permesta menuju Indonesia Raya dalam rangka mendukung penuh pemberian gelar pahlawan nasional Prof Sumitro Djojohadikusumo".
Didalamnya deklarasi untuk mengangkat salah satu tokoh pergerakan Permesta itu, untuk menjadi pahlawan nasional. Dengan dasar pemikiran dan teori serta legacy yang kini sangat berpengaruh dalam perjalanan Indonesia.
Halnya disampaikan Ketua Umum MKBP Philip Pantouw. Dirinya menegaskan terkait latar belakang Prof Sumitro telah dijabarkan oleh pembicara sebelumnya. Ada Recky Langie, Dekan FEB Victor Lengkong dan Sejarawan Roger Kembuan.
"Apa alasan MKBP proaktif dalam mendukung kegiatan pahlawan nasional Prof Sumitro Djojohadikusumo. Dimulai dari kegiatan di Grha Pena Manado Post dan Unsrat. Kami mau berusaha alasannya adalah Permesta ada kalau dilihat dari sudut pandang lain. Permesta bergerak untuk mendukung pemikiran Prof Sumitro," tegasnya.
Dirinya menjelaskan terkait untaian benang emas. "Prof Soemitro seorang pemikir dan mau menjabarkan pemikirannya, bukan hanya dari belakang meja, namun pro aktif memperjuangkan konsepnya di lapangan," ungkapnya.
Sebagai Dr ekonomi pertama di Asia, kata Pantouw, Prof Sumitro punya langka konkret untuk memperjuangkan konsep pemikirannya. "Catatan sejarah mencatat bahwa kurang match dengan bung Karno," terangnya.
"Maka Februari 57, satu bulan sebelum piagam Permesta di Makasar. Prof Sumitro datang di Kinilow berbicara dengan tokoh Permesta, kepada salah satunya Ventje Sumual," tambahnya.
"Kita memperingati Piagam Permesta. Yang kita peringati lahirnya konsep dasar dan ideologi yang diperjuangkan Permesta yang datang dari pemikiran Prof Sumitro. Dibuktikan dengan tugu pertemuan yang sampai hari ini masih ada," sambungnya.
Gerakan Permesta yang lahir dari konsep pemikiran dari Prof Sumitro. "Ini titik awal dan benang emasnya. Karena waktu itu tidak mau diterima konsep prof Sumitro oleh bung Karno. Ini alasan dasar sehingga Prof Sumitro pergi beristirahat ke luar negeri. Pergi menenangkan diri karena konsepnya tidak diterima oleh bung Karno," tegasnya.
Menurut om Ile sapaannya, saat itu bahwa bung Karno juga sudah memperhatikan gerakan Permesta. Maka dirinya datang ke Tomohon tahun 57 dan menyatakan siap untuk melakukan pemerataan pembangunan pusat dan daerah.
"Namun sampai pergantian kabinetnya (bung Karno), tidak mau diajak bicara," katanya menambahkan konsep 2 Maret 1957 hanya petisi politik yang disampaikan ke bung Karno yang tidak menerimanya. "22 Februari tahun 1958, aksi militer pertama dari pusat. Maka Permesta punya hak untuk bela diri," tambahnya lagi.
Pada Peringatan 109 Prof Sumitro Djojohadikusumo, perlu untuk membersihkan namanya. Pasalnya sempat disebut pemberontak dan koruptor. Sebab kala itu, Bahkan kala itu bung Karno sempat memerintah Abdul Haris Nasution untuk menangkap Prof Sumitro, karena katanya pemberontak dan korupsi saat jadi menteri.
"Dalam penulis kembali sejarah, sudah diputihkan. Sudah tidak disebut pemberontak dan sudah jadi gerakan koreksi. Kekeliruan besar prof Sumitro pemberontak dan lari ke luar negeri," tegasnya lagi.
"Bagaimana bisa koruspi, sedangkan uang pemerintah saja untuk membangun jembatan tidak ada. Inflasi mencapai 600 persen saat itu," kata Pantouw.
Dirinya juga meluruskan bahwa uang Permesta yang digunakan untuk membeli senjata adalah uang barter kopra yang disimpan di bank Swiss. "Bukan seperti dituduhkan uang korupsi dari Prof Sumitro," ungkapnya.
"Maka singkat cerita pak Sumitro membiayai persenjataan Permesta dari hasil barter kopra Permesta yang disimpan di bank Swiss. Ini yang harus kita luruskan. Pak Sumitro bukanlah koruptor," terangnya.
Setelah orde Baru, lanjut om Ile, Prof Sumitro diminta Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. "Dan Lahirlah Trilogi pembangunan yang lahir dari apa yang didasarkan pemikiran Prof Sumitro," katanya.
Kaitannya Sumitronomics diturunkan ke Prabowo Subianto dan jadilah Prabowonomics. "Yang merupakan gagasan pemikiran ekonomi Sumitro yang turun ke pak Prabowo, yang dikembangkan merupakan ekonomi konstitusi yang berdasarkan UUD 1945. Inilah fondasi dasar menuju Indonesia emas 2045," tegas Pantouw.
Ini rangkaian titik awal Permesta yang merupakan perjuangan untuk mewujudkan ideologi ekonomi prof Sumitro Djojohadikusumo.
"Permesta kalah di berbagai pertempuran namun memenangkan peperangan. Karena saat ini digunakan untuk perekonomian yang berpokok pada pemikiran Prof Sumitro," ungkapnya.
"Saya berpesan ke keluarga besar Sigar Maengkom untuk memperbanyak anak-anak ideologi Sumitro Djojohadikusumo. Seorang pejuang akan jadi besar adalah sudah mempunyai anak ideologi yang mendukungnya," tambahnya.
"Pak Sumitro adalah tokoh utama Permesta. Kita walupun bukan anak biologis, kita punya hak untuk menegakkan nama Prof Sumitro, karena kita adalah anak ideologisnya," sambungnya.(*)
Editor : Reza Abdilah