MANADOPOST.ID– Dukungan penuh terhadap penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo mengemuka dalam perayaan 109 tahun pemikiran-pemikiran sang begawan ekonomi Indonesia yang digelar di Grha Bumi Beringin Manado, Jumat 29 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingat kembali kontribusi besar Prof. Sumitro dalam meletakkan fondasi pembangunan ekonomi bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa gagasan ekonomi Benteng atau yang dikenal sebagai Sumitronomics memiliki benang emas yang berkesinambungan dengan Piagam Permesta, Trilogi Pembangunan pada masa Orde Baru, hingga Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini dalam upaya mewujudkan Indonesia Maju, Sejahtera, menuju Indonesia Emas dan Indonesia Raya yang dicita-citakan para pendiri bangsa.
Sebelum deklarasi pernyataan sikap dibacakan, empat tokoh dari berbagai latar belakang memaparkan pandangan mereka mengenai kiprah, jasa, dan pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo dalam pembangunan bangsa.
Pembicara pertama adalah pimpinan Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Recky Langie yang juga dikenal sebagai praktisi bisnis dan ekonomi pembangunan serta saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Investasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Tanpa menggunakan teks maupun presentasi visual, Recky Langie memaparkan secara lugas dan sistematis bagaimana Prof. Sumitro menjadi salah satu arsitek utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Di mana peran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo diawali dengan lulusnya Prof Sumitro dan meraih gelar doktor (Doctoral) di bidang ekonomi dari Nederlandsche Economische Hoogeschool (sekarang Erasmus University Rotterdam) di Belanda pada tahun 1943.
Menurutnya, banyak konsep ekonomi yang hingga kini masih menjadi rujukan dalam pembangunan nasional berakar dari pemikiran Prof. Sumitro.
Selengkapnya berita terkait baca di bawah ini.
Recky Langie Ulas Peran Prof Sumitro Dalam Meletakan Dasar Ekonomi Bangsa, Sehingga Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
https://manadopost.jawapos.com/berita-utama/2605290015/recky-langie-ulas-peran-prof-sumitro-dalam-meletakan-dasar-ekonomi-bangsa-sehingga-layak-dianugerahi-gelar-pahlawan-nasional
Selanjutnya tampil akademisi Universitas Sam Ratulangi, Dr. Victor P. K. Lengkong, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat serta pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Utara.
Dalam paparannya, Dr. Lengkong mengulas kontribusi keilmuan Prof. Sumitro sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum pertama ISEI serta peran strategisnya dalam pengembangan ilmu ekonomi Indonesia.
Pembicara ketiga adalah Roger Allan Christian Kembuan, S.Sn., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi sekaligus Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Sulawesi Utara.
Roger menjelaskan sejarah dan garis keturunan keluarga besar Raden Mas Prof. Sumitro Djojohadikusumo dan mendiang Dora Sigar, yang menghubungkan tokoh nasional tersebut dengan Sulawesi Utara melalui keluarga besar Sigar-Maengkom.
Sementara itu, pembicara terakhir Ketua MKBP Philip Pantouw memberikan pemaparan yang mendapat perhatian besar peserta. Philip yang akrab disapa Om Ile merupakan saksi hidup berbagai fase perjalanan bangsa, mulai dari era Permesta, pemerintahan Presiden Soeharto hingga masa Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pemaparannya, Philip Pantouw menguraikan secara panjang lebar benang emas pemikiran ekonomi Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Menurutnya, ketika Indonesia baru merdeka dan masih mencari bentuk sistem politik maupun arah pembangunan nasional, Prof. Sumitro telah tampil sebagai begawan ekonomi yang meletakkan dasar pembangunan ekonomi bangsa.
Ia menjelaskan bahwa konsep Ekonomi Benteng yang dirumuskan Prof. Sumitro memiliki kesinambungan pemikiran dengan Piagam Permesta, Trilogi Pembangunan pada masa Orde Baru, hingga Asta Cita yang dijalankan saat ini. Keseluruhan gagasan tersebut, menurut Philip, bermuara pada satu tujuan besar (big dream) yakni mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat menuju Indonesia Emas serta Indonesia Raya.
Lebih lengkap pemaparan Philip Pantouw, bisa baca berita terkait di bawah ini.
Dari Sulawesi Utara, 109 Tahun Prof Sumitro Djojohadikusumo Diperingati, Ekonom Agung Indonesia dengan Segudang Warisan Pemikiran
https://manadopost.jawapos.com/berita-utama/2605290032/dari-sulawesi-utara-109-tahun-prof-sumitro-djojohadikusumo-diperingati-ekonom-agung-indonesia-dengan-segudang-warisan-pemikiran
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Janny Lucas, menyampaikan pengakuan atas jasa besar Prof. Sumitro dalam membangun fondasi ekonomi nasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kata Janny Lucas, memberikan dukungan terhadap perayaan 109 tahun Prof. Sumitro sebagai bagian dari upaya mendorong pengusulan beliau menjadi Pahlawan Nasional.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Pernyataan Sikap Mendukung Penuh Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo.
Deklarasi tersebut ditandatangani oleh peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat, di antaranya organisasi-organisasi Permesta, Komando Permesta, Panitia DPP Komando Permesta, Majelis Keluarga Besar Permesta, organisasi adat Minahasa dan Bantik, Rukun Keluarga Sigar-Maengkom, Manado Post Group, serta civitas akademika Universitas Sam Ratulangi, dan elemen elemen lainnya yang hadir.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan dukungan penuh agar pemerintah memberikan penghargaan tertinggi bangsa berupa Gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo atas jasa dan kontribusinya yang dinilai sangat besar dalam meletakkan dasar pembangunan ekonomi Indonesia serta pengaruh pemikirannya yang terus relevan hingga saat ini.
Perayaan 109 tahun begawan ekonomi Indonesia ini, diselenggarakan oleh Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) di bawah pimpinan Ketua Philip Pantouw bersama Dewan Presidium Pusat Komando Permesta Indonesia (DPP KPI) yang dipimpin Troy Kairupan S.Sos. (*)
Editor : Tommy Waworundeng