MANADOPOST.ID — Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Pantouw bersama sejumlah organisasi yang tergabung dalam keluarga besar Permesta di Sulawesi Utara mendeklarasikan Bulan Mei sebagai Bulan Prof Sumitro Djojohadikusumo.
Deklarasi tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan 109 Tahun Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo yang digelar di Grha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Jumat (29/5/2026). Kegiatan itu dihadiri berbagai elemen masyarakat, akademisi, tokoh Permesta, serta pemerhati sejarah dan ekonomi.
Ketua MKBP Philip Pantouw didampingi Sekretaris MKBP Dr Elisa Regar MSi dan Wakil Ketua Drs Dolfie Kotambunan mengatakan, penetapan Bulan Mei sebagai Bulan Prof Sumitro merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pemikiran tokoh ekonomi terbesar yang dimiliki Indonesia.
“Bulan Mei akan dirayakan setiap tahun sebagai Bulan Prof Sumitro. Ini menjadi momentum untuk mengenang serta mengkaji kembali pemikiran-pemikiran beliau dalam mendesain dan meletakkan dasar pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, mulai dari awal kemerdekaan hingga masa Orde Baru,” ujar Pantouw kepada Manado Post.
Menurutnya, kontribusi Prof Sumitro tidak hanya tercatat dalam sejarah pembangunan nasional, tetapi juga menjadi warisan intelektual yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi masa kini.
Karena itu, generasi muda perlu diperkenalkan lebih jauh terhadap gagasan-gagasan dan perjuangan Prof Sumitro dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia.
Pantouw menambahkan, peringatan Bulan Prof Sumitro diharapkan menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan. Melalui kegiatan seminar, diskusi, dan kajian ilmiah, pemikiran Prof Sumitro dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pembangunan bangsa.
“Prof Sumitro adalah tokoh yang pemikirannya melampaui zamannya. Apa yang beliau lakukan untuk Indonesia patut dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Pantouw.
"Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan 109 tahun kelahiran Prof Sumitro Djojohadikusumo, sekaligus memperkuat dukungan berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara terhadap upaya pelestarian warisan pemikiran sang begawan ekonomi yang dikenal sebagai tokoh arsitek yang meletakkan dasar dasar pembangunan ekonomi Indonesia ke depan," harap Ketua MKBP Philip Pantouw.
Yang Akan Dilakukan di Bulan Prof Sumitro.
Bulan Prof Sumitro tentu berbeda dengan Bulan Bung Karno. Sebab agenda utama akan bergeser dari isu politik ke arah literasi finansial dan pembangunan ekonomi.
Misalnya Refleksi Program Benteng: Mengkaji ulang strategi pembentukan kelas pengusaha lokal dan penguatan UMKM.
Juga Bedah Buku & Pemikiran Ekonomi: Mendiskusikan relevansi teori ekonomi berkeadilan sosial dalam tantangan global modern.
Dan Pemberian Penghargaan (Sumitro Award): Apresiasi tahunan bagi riset ekonomi terbaik atau inovasi teknologi buatan anak bangsa. (*)
Editor : Tommy Waworundeng