Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PT MSM: Penurunan Jalan Sudah Terjadi Sejak Tahun Lalu, Jalan Alternatif 3,1 Km Siap Digunakan

Tommy Waworundeng • Senin, 8 Juni 2026 | 00:07 WIB
External Relation Department Head PT MSM, Hery Rumondor
External Relation Department Head PT MSM, Hery Rumondor

 

MANADOPOST.ID – PT Meares Soputan Mining (MSM) menegaskan bahwa kondisi penurunan badan jalan di ruas yang terdampak longsor telah terpantau sejak tahun lalu dan bukan merupakan kejadian yang muncul secara tiba-tiba.

Hal tersebut disampaikan External Relation Department Head PT MSM, Hery Rumondor, terkait kondisi ruas jalan yang saat ini tidak dapat dilalui kendaraan.

Menurut Hery, hampir satu tahun terakhir tidak terdapat aktivitas penambangan di lokasi yang berdekatan dengan area longsor tersebut. Karena itu, pihak perusahaan menilai perlu adanya pemahaman yang objektif mengenai penyebab kerusakan jalan yang terjadi.

Ia menjelaskan, perusahaan telah melakukan pemantauan terhadap kondisi ruas jalan tersebut sejak Oktober tahun lalu. Bahkan, gejala penurunan badan jalan sudah mulai terlihat sejak tahun 2025 dan terus menjadi perhatian perusahaan.

“Perusahaan telah memonitor kondisi ruas jalan ini sejak Oktober tahun lalu. Penurunan jalan sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu dan hal tersebut juga telah kami sampaikan kepada pemerintah,” ujar Hery.

Memasuki akhir Mei 2026, kondisi jalan mengalami penurunan yang semakin signifikan hingga tidak lagi aman untuk dilalui kendaraan. Atas dasar pertimbangan keselamatan pengguna jalan, PT MSM bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara melakukan koordinasi dan mengambil langkah penutupan akses pada ruas yang terdampak.

“Karena kondisi jalan sudah tidak dapat dilalui, maka perusahaan atas izin dan koordinasi dengan BPJN Sulut menutup akses jalan tersebut dan mengalihkan arus kendaraan ke jalan sementara yang telah disiapkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hery mengungkapkan bahwa PT MSM sebenarnya telah membangun jalan alternatif sepanjang 3,1 kilometer dengan spesifikasi teknis sesuai standar Bina Marga. Jalan tersebut bahkan telah dipinjamkan kepada Balai Jalan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama proses penanganan ruas jalan yang mengalami penurunan.

Namun demikian, menurutnya, operasional jalan alternatif tersebut masih menghadapi kendala di lapangan karena adanya penolakan dari sekelompok warga.

“PT MSM telah membangun jalan dengan spesifikasi teknis Bina Marga sepanjang 3,1 kilometer. Jalan ini sudah dipinjamkan kepada Balai Jalan, namun dalam operasionalnya masih dihalang-halangi oleh sekelompok warga,” katanya.

PT MSM berharap seluruh pihak dapat mendukung upaya penanganan kondisi jalan tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, sembari menunggu langkah-langkah teknis lanjutan yang dilakukan oleh instansi terkait. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#jalan #PT MSM-TTN