MANADOPOST.ID- Unsrat Manado terus berinovasi dengan perkembangan zaman. Maka melalui adaptasi tersebut, kini kampus Tumou Tou menghadirkan Program Studi Pertambangan. Masuk dalam pengelolaan Jurusan Teknik Sipil di Fakultas Teknik, tahun ajaran baru 2026-2027 jadi penerima pertama.
Bahkan dari informasi yang diperoleh, pasca dibuka pendaftaran, baik jalur mandiri dan jalur penerimaan nasional SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Animo peminat prodi ini sangatlah tinggi, bahkan jumlah pendaftarannya diperkirakan melampaui prodi di jurusan lainnya di Fatek.
Halnya disampaikan Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik Unsrat Manado Dr Ir Judy Waani. Menurutnya untuk kuota pendaftaran penerimaan mahasiswa baru diusulkan Fakultas, namun jumlah kuotanya ditentukan Rektorat.
Lanjutnya bahwa rata-rata tiap prodi mendapatkan kuota penerimaan 150 mahasiswa tiap tahun ajaran baru. Namun untuk prodi baru, jumlah kuota biasanya di bawah 100 orang.
Waani menambahkan untuk Prodi baru, Teknik Pertambangan paling banyak diminati calon mahasiswa. "Saat ini sudah ada Prodi baru yaitu Teknik Pertambangan. Ini yang lagi naik daun. Sebab Teknik Pertambangan baru angkatan pertama di tahun 2026 ini," katanya.
Namun animo untuk mendaftar paling tinggi. "Mungkin karena di Sulawesi Utara banyak pertambangan. Sebab dimana sumber pencaharian suatu daerah, maka akan sangat diminati dan diperlukan untuk jurusan atau prodi yang sama," terangnya.
Lanjutnya bahwa pelaksanaan perkuliahan nanti, priinsip dasar adalah mahasiswa Teknik Pertambangan akan mendapatkan teori 60 persen sampai 70 persen dan praktek 40 sampai 30 persen praktek. Berbeda kalau vokasi, yang praktek lebih besar," katanya.
Mahasiswa akan mendapatkan ilmu untuk mengelola dan manajemen pertambangan, aspek kimia dan fisika. "Masuk ke pengelolaan Jurusan Teknik Sipil. Jadi kini ada tiga Prodi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan dan Teknik Pertambangan," terangnya.
Kini masih dibuka untuk penerimaan jalur mandiri. "Kalau di Unsrat adalah Tumou Tou. Dan intinya Unsrat mendukung untuk munculnya ahli dan pekerja profesional bidang pertambangan," tambahnya.(*)
Editor : Reza Abdilah