MANADOPOST.ID- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Acara Puncak Dies Natalis ke-61 di Teater Hall FIB, Kamis (11/6).
Mengusung tema “FIB Kontras Berdampak: Dies Natalis ke-61 FIB sebagai Penguatan untuk Fakultas Ilmu Budaya yang Unggul, Berbudaya dan Berdaya Saing”, kegiatan berlangsung khidmat dan meriah.
Hadir langsung pimpinan universitas, jajaran civitas akademika, alumni serta para tamu undangan lainnya.
Diketahui tema yang diusung tahun ini, mencerminkan komitmen FIB dalam membangun tata kelola kelembagaan yang Kondusif, Nyaman, Transparan, dan Berprestasi (Kontras).
Bahkan lebih dari sekadar slogan, Kontras dipandang sebagai nilai dasar yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya kerja,serta pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Sehingga melalui semangat Kontras Berdampak, FIB berupaya menciptakan lingkungan akademik yang produktif, inklusif, dan mampu menghasilkan prestasi yang berkelanjutan.
Nampak rangkaian acara diawali dengan prosesi masuk anggota senat dan para undangan yang diiringi lagu Gaudeamus Igitur, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta yang dipimpin Dekan FIB Prof Golda Juliet Tulung, S.S., M.A., Ph.D.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tarian Kabela yang dibawakan mahasiswa FIB sebagai bentuk pelestarian dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Sidang Senat Terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat FIB Donald R Lotulung, S.S., M.Hum, didampingi Sekretaris Senat Nova O Mandolang, S.S., M.Hum.
Dalam laporannya Ketua Panitia Dies Natalis ke-61 FIB Meity JWowor, S.S., M.Si menyampaikan bahwa berbagai kegiatan akademik, kebudayaan, olahraga dan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan dies natalis tahun ini.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FIB Prof Golda Juliet Tulung juga menyampaikan laporan tahunan fakultas yang memaparkan berbagai capaian strategis selama satu tahun terakhir.
Dirinya menjabarkan berbagai prestasi dosen dan mahasiswa, penguatan tata kelola fakultas, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan jejaring kerja sama akademik menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut.
Menurut Dekan, semangat Kontras telah menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan program fakultas. "Lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman, tata kelola yang transparan serta budaya berprestasi, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja institusi dan pencapaian berbagai prestasi akademik maupun nonakademik," katanya.
Salah satu agenda penting dalam acara tersebut adalah penerimaan dosen yang telah menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar). Prosesi yang berlangsung secara simbolis menggunakan tawang tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peningkatan kompetensi dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan FIB.
Acara puncak diisi dengan penyampaian Orasi Ilmiah oleh Roger Allan Chrisrian Kembuan S.S., M.A, Dosen Prodi Ilmu Sejarah yang berjudul “Brief History of Bats and Other Bushmeat Hunting and Trading in Minahasa (19th–21st Century)”.
Dalam orasinya, Kembuan mengulas sejarah perburuan dan perdagangan kelelawar serta berbagai jenis satwa liar konsumsi (bushmeat) di Minahasa sejak abad ke-19 hingga abad ke-21.
Dengan pendekatan historis dan budaya, dirinya menjelaskan bagaimana praktik tersebut berkembang dan mengalami perubahan seiring dinamika sosial, ekonomi, serta budaya masyarakat Minahasa.
Orasi ilmiah tersebut menyoroti pentingnya kajian sejarah dalam memahami hubungan antara manusia, lingkungan dan tradisi lokal, sekaligus memberikan perspektif akademik mengenai tantangan konservasi dan keberlanjutan di masa kini.
Rektor Unsrat yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof Dr Ir Roike Montolalu, M.Sc, menyampaikan apresiasi atas kontribusi FIB selama 61 tahun dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dirinya menilai tema Kontras Berdampak sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. "Karena menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan budaya prestasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul," ungkapnya sembari berharap FIB terus menjadi pusat pengembangan ilmu kebudayaan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter dan berdaya saing global.
Momentum Dies Natalis ke-61 makin spesial kala penyerahan penghargaan kepada mantan Dekan FIB Drs Jerry S. Ulaen, M.Si dan Dra Torutje A. Rotty, M.Hum, serta Alm Drs Ferry Raymond Mawikere, M.Hum.,MA yang diwakili keluarga.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dekan FIB didampingi para Wakil Dekan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi yang telah diberikan.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FIB juga melantik Pengurus Alumni Fakultas Ilmu Budaya Periode 2026–2030. Dengan ketua alumni Pdt Dr Barens Dien, S.S.,M.Th.
Perayaan ulang tahun ke-61 FIB ditandai dengan pemasangan lilin ulang tahun sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang fakultas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.(*)
Editor : Reza Abdilah