MANADOPOST.ID- Buku Sejarah Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Sulawesi Utara akhirnya dilaunching, Minggu (21/6). Buku yang menggambarkan sebuah jalan panjang sejarah dunia bedah di bumi nyiur ini, diluncurkan bersamaan dengan dilantiknya pengurus PABI Sulut periode 2026-2029.
Diketahui buku ini memuat sejarah para ahli bedah di Sulut yang telah ada sekira tahun 60an silam. Pasalnya sejarah tidak boleh hilang, perjalanan dan torehan harus didokumentasikan untuk generasi masa depan.
Halnya disampaikan Ketua PABI Sulut Dr Billy Karundeng. Menurutnya peluncuran buku ini merupakan momentum yang sangat membanggakan. "Buku ini kesadaran bahwa sejarah organisasi tidak boleh hilang ditelan waktu," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa dr Richard Marnix Sumangkut, Ketua PABI periode sebelumnya merupakan pencetus dan penggagas awal lahirnya buku sejarah ini. Dengan editor buku dr Willy Kumurur, dibantu para pendiri, senior, anggota PABI dan tim penyusun yang telah bekerja keras.
"Perjalanan, perjuangan, pencapaian dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu perlu didokumentasikan agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya," tegasnya.
"Terima kasih telah mengumpulkan berbagai data, dokumentasi dan kisah perjalanan organisasi, sehingga buku ini dapat terwujud dengan baik. Semoga buku ini bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai profesionalisme, integritas, kebersamaan dan pengabdian yang menjadi fondasi PABI Sulawesi Utara," tambahnya.(*)
Editor : Reza Abdilah