Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Puncak PENAS XVII Gorontalo, Prabowo Tegaskan Keberpihakan kepada Petani dan Nelayan

Ayurahmi Rais • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:31 WIB

 

Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di Gorontalo. Foto lain, Presiden didampingi Mentan Amran Sulaiman meninju langsung kebun sawah di sela acara PENAS 2026.  
Presiden RI Prabowo Subianto saat tiba di Gorontalo. Foto lain, Presiden didampingi Mentan Amran Sulaiman meninju langsung kebun sawah di sela acara PENAS 2026.  

 

MANADOPOST.ID-DI tengah antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Sport Center Limboto, dalam acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026, Presiden Prabowo Subianto hadir membawa pesan yang tegas.

Yakni, pembangunan harus berpihak kepada petani dan nelayan. Sebab, di tangan merekalah ketahanan pangan dan cita-cita swasembada Indonesia dipertaruhkan.

Acara itu dihadiri sekitar 50 ribu orang dari 38 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota di Indonesia. Mereka terdiri atas petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, organisasi profesi, hingga pemerintah daerah.

Di hadapan ribuan peserta, Presiden Prabowo mengaku merasa terhormat dapat hadir secara langsung di tengah para petani dan nelayan. Menurutnya, PENAS bukan sekadar forum pertemuan nasional, melainkan momentum penting bagi sektor yang menjadi penyangga utama kehidupan bangsa.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya sehingga dapat hadir di tengah-tengah saudara-saudara dalam acara yang sangat mulia dan penting ini," kata Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan petani dan nelayan. Sebagai mantan prajurit, ia memahami betul peran besar keduanya dalam perjalanan bangsa Indonesia.

"Saya mantan prajurit Indonesia. Sejak lahirnya Tentara Indonesia, para prajurit selalu didukung dan dibantu oleh petani dan nelayan. Karena itu, saya merasa memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan mereka," ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan jika pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada petani dan nelayan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Bagi Presiden, petani dan nelayan bukan hanya pelaku produksi, melainkan garda terdepan yang menentukan kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya transformasi teknologi di sektor pertanian dan perikanan. Pemanfaatan inovasi dan modernisasi diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Usai menyampaikan sambutan, Presiden meninjau area pameran dan gelar teknologi yang menampilkan berbagai inovasi di bidang pertanian dan perikanan.

 Ia juga melihat langsung penerapan Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS), salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan nasional.
Ia turut mengunjungi sejumlah stan yang memamerkan teknologi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta berbagai inovasi pendukung menuju swasembada pangan.

Bagi masyarakat Gorontalo, kunjungan kedua Presiden Prabowo kali ini kembali menghadirkan optimisme. Di daerah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan, kehadiran Presiden dipandang sebagai sinyal kuat bahwa petani dan nelayan akan tetap menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional dan upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri di bidang pangan.

 "Terima kasih Bapak Prabowo. Terima kasih juga pak Gusnar Ismail. Kami masyarakat Gorontalo benar-benar merasa terhormat karena menjadi tuan rumah acara sebesar PENAS," ungkap Yetti Kamaru, warga Gorontalo.

Editor : Ayurahmi Rais
#PENAS XVII Gorontalo #PENAS #Nelayan dan Petani #Prabowo sejahterakan petani dan nelayan #prabowo