Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dr Ferry Liando Motivasi Obor Pembangunan di PKPG GMIM 2026: Pemuda Gereja Harus Berusaha Bekerja, Bentuk Kesaksian dan Tanggungjawab

Reza Abdilah • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:05 WIB
Dekan Fisip Unsrat Manado Dr Ferry Liando saat jadi narasumber di PKPG GMIM tahun 2026 dari Bumi Perkemahan Senayan Lobu wilayah Tombatu Barat
Dekan Fisip Unsrat Manado Dr Ferry Liando saat jadi narasumber di PKPG GMIM tahun 2026 dari Bumi Perkemahan Senayan Lobu wilayah Tombatu Barat

 


MANADOPOST.ID- Semangat dan mental pemuda GMIM terus dikuatkan. Terlebih menjawab tantangan zaman kini. Hal ini yang terus dibekali dari Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) GMIM tahun 2026.

Dari Bumi Perkemahan Senayan Lobu wilayah Tombatu Barat, berbagai materi dengan narasumber terbaik di Sulawesi Utara dihadirkan. 

Salah satunya materi kaitan Kingdom Carrier yang disampaikan Dekan Fisip Unsrat Manado Dr Ferry Daud Liando, Rabu (1/7). Di hadapan para obor pembangunan, Wakil Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM periode 2005-2010 ini menegaskan, salah satu tantangan terberat yang dialami Pemuda Gereja adalah makin ketatnya persaingan dalam memperoleh lapangan pekerjaan.

Menurutnya ada banyak Pemuda Gereja yang hingga kini masih sulit mendapatkan pekerjaan, yang akhirnya menyebabkan pengangguran, beban keluarga dan penyakit sosial.

Lanjut Liando, menjabarkan sejumlah penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. "Pertama makin terbatasanya institusi, baik pemerintah maupun swasta yang membutuhkan tenaga kerja. Kedua adanya kecanggihan teknologi yang telah banyak menggantikan tenaga manusia. Ketiga makin menjamurnya tenaga kerja asing yang mendominasi lapangan pekerjaan serta keempat adalah lemahnya daya saing ketika berkompetisi untuk mendapatkan lapangan pekerjaan," tegasnya. 

Namun demikian ditengah tantangan tersebut, ungkap Liando, Pemuda Gereja harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. "Sebab tidak mungkin para pemuda hanya terus bergantung pada bantuan orang tua. Kelak setiap pemuda akan membentuk keluarga baru, membesarkan dan akan menyekolahkan anak-anak. Semuanya itu tidak mungkin hanya bergantung pada orang tua," ungkapnya. 

“Pemuda gereja harus berusaha bekerja, karena ini juga sebagai bentuk kesaksian dan tanggungjawab. Tidak elok jika pemuda gereja disebut pengagguran. Dan salah satu pemicu kakacauan, kerusuhan dan kejahatan, dipicu oleh pemuda-pemuda produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap," tambahnya. 

Untuk itu, tegas Anggota Komisi Pemuda Sinode GMIM Koordinator Rayon Minahasa Selatan Periode 2000-2005 ini, meski makin ketatnya persaingan dalam mendapatkan pekerjaan, namun bukan berarti akan menutup peluang dan kesempatan bagi Pemuda Gereja. 

 

Pasalnya jika Pemuda Gereja mampu mewujudkan kualitas diri yang unggul, maka akan sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang dibutuhkan. Bahkan Liando turut membagi beberapa tips sebagai strategi bersaing, untuk mendapatkan pekerjaan serta strategi dalam pengembangan karier dalam dunia pekerjaan. 

"Pertama kejar kecerdasan mulai dari keseriusan belajar. Intelektual dan kepintaran sangat mendukung peluang mendapatkan pekerjaan. Kedua perlu memiliki karakter dan track record yang baik. Karakter menjadi salah satu penentu utama keberhasilan seseorang. Meski pintar tapi jika tidak jujur, tidak sopan, angkuh dan selalu negative thinking terhadap orang lain, maka kepintaran itu tidak akan menjadi berguna," tegasnya lagi.

Di poin ketiga, ungkap Liando, harus memiliki keterampilan penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, pengembangan talenta seni serta keterampilan lain, yang bisa saja menjadi personal branding yang diakui orang lain. Pun di poin keempat perlu jejaring sosial. 

"Jika poin-poin ini telah kita miliki, maka secara otmatis memudahkan kita membangun jejaring sosial. Kadang kesempatan pekerjaan itu datang dari orang yang mengenal kita dan mengetahui diri kita memiliki kepintaran, karakter serta keterampilan yang baik. Keempat cara ini, bukan hanya memudahkan kita dalam mendapatkan pekerjaan, namun menjadi bekal kita dalam pengembangan karir jika kita sudah bekerja," katanya lagi.(*)

Editor : Reza Abdilah
#Ferry Liando #PKPG GMIM #Obor Pembangunan