MANADOPOST.ID- PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk kembali menandai babak baru dalam dunia investasi di Sulawesi Utara. Di Januari 2023, Jobubu melakukan gebrakan dengan menjadi perusahan pertama dari Sulawesi Utara yang go-public, dan kini mempunyai 20,000 pemilik saham.
Para pemilik saham tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan pada hari Senin 29 Juni 2026 mengangkat Irjen Pol. (Purn.) Drs. Carlo Brix Tewu sebagai Direktur Utama, serta Dr. Jan Samuel Maringka, SH., MH. sebagai Komisaris Independen.
JAJARAN BOD BOC PT. JOBUBU JARUM MINAHASA Tbk
JAJARAN BOD
Direktur Utama IRJEN POL. (PURN.) Drs. CARLO BRIX TEWU
Direktur AUDY CHARLES LIEKE
Direktur ADITYA MAULANA RAJA BADAI MAAS
JAJARAN BOC
Komisaris Utama NICO LIEKE
Komisaris ARNOLD JAGUAR LIMASNAX
Komisaris Independen Dr. JAN S. MARINGKA, S.H., M.H. CGCAE
Nama Carlo Brix Tewu dikenal luas sebagai salah satu pemimpin nasional yang memiliki rekam jejak panjang di bidang pemerintahan dan keamanan. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Utara, Deputi Menteri BUMN, serta Deputi Menteri Koordinasi Bidang Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan pada Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI (Deputi Menko Polhukam RI).
Sementara itu, Dr. Jan Samuel Maringka merupakan salah satu tokoh hukum paling disegani di Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia, salah satu jabatan paling prestisius di lingkungan Kejaksaan RI. Selain itu, ia juga pernah menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia.
Bergabungnya kedua tokoh nasional tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas jaringan bisnis, sekaligus meningkatkan daya saing PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk di tingkat nasional maupun global.
Membangun Kebanggaan Sulawesi Utara
Komisaris Utama PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Nico Lieke, mengatakan bahwa perusahaan memiliki cita-cita besar untuk menjadikan produk-produk asli Sulawesi Utara mampu bersaing di pasar dunia.
"Visi kami (Jobubu) bukan hanya membangun sebuah perusahaan. Kami ingin turut membangun Sulawesi Utara melalui produk-produknya. Kami ingin masyarakat Sulut ikut maju bersama. Karena itu kami bersyukur Pak Carlo Tewu dan Pak Jan Samuel Maringka bersedia bergabung untuk membawa perusahaan ini ke tahap berikutnya," katanya.
Menurut Nico Lieke, sejak perusahaan berdiri, salah satu fokus utama adalah meningkatkan nilai ekonomi hasil bumi Sulawesi Utara, khususnya Cap Tikus yang selama puluhan tahun dikenal masyarakat namun belum memiliki nilai ekonomi optimal.
"Kami ingin Cap Tikus tidak lagi hanya dikenal sebagai minuman tradisional, tetapi menjadi produk Indonesia yang mampu bersaing secara global dengan standar mutu internasional," ungkapnya.
Perjalanan Jobubu
Direktur PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Audy Lieke, menjelaskan bahwa sejak awal perusahaan sengaja menggunakan nama Minahasa sebagai identitas perusahaan karena memiliki komitmen untuk membangun daerah.
"Cap Tikus merupakan warisan budaya masyarakat Sulawesi Utara yang sudah dikenal sejak zaman dahulu. Tugas kami adalah mengangkatnya menjadi produk legal, berkualitas, aman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi," ungkapnya.
Perjalanan Jobubu memang telah membuahkan hasil yang membanggakan. Dari sebuah perusahaan yang lahir di Sulawesi Utara, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk kini berkembang menjadi salah satu ikon industri daerah.
Saat ini, Jobubu mengayomi sekitar 30.000 keluarga petani Cap Tikus di Sulawesi Utara. Dengan pabrik di Kabupaten Minahasa Selatan, Jobubu membeli hasil-hasil petani dari berbagai Kabupaten Minahasa dan Tomohon.
Sejak Jobubu melahirkan “Cap Tikus 1978” harga jual Cap Tikus petani berhasil melonjak jauh, naik hampir 3x lipat lebih tinggi. Kini Cap Tikus merupakan salah satu hasil produksi petani dengan nilai value-add tertinggi di Indonesia. Nilai keuntungan petani dalam berkebun cap tikus bisa mencapai 10x lipat lebih tinggi dibandingkan bertanam padi.
Jobubu juga merupakan salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar di Provinsi Sulawesi Utara melalui pembayaran pajak dan cukai. Di tahun 2024, Jobubu merupakan definitif penyumbang terbesar.
“Cukai dan pajak itu lebih dari setengah harga produk yang kami jual,” kata Audy Lieke.
Jobubu berhasil memperoleh sertifikasi internasional HACCP dan ISO 22000. ISO 22000 merupakan sertifikasi tertinggi yang dapat diberikan oleh badan sertifikasi dunia dalam penilaian standar keamanan pangan. Ini bukti bahwa produk asli Sulawesi Utara mampu memenuhi standar internasional.
Fokus Ekspor dan Produk Unggulan Sulut
Ke depan, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk menargetkan pertumbuhan melalui ekspansi ekspor.
Selain memperkenalkan Cap Tikus ke berbagai negara, perusahaan juga ingin membawa komoditas unggulan Sulawesi Utara lainnya seperti kelapa dan gula merah menjadi produk bernilai tambah dengan merek yang dikenal dunia.
"Kami ingin ketika orang luar negeri mendengar Sulawesi Utara, mereka langsung mengenal produk-produknya. Cap Tikus, kelapa, dan gula merah harus menjadi kebanggaan Indonesia di pasar internasional," kata Audy Lieke.
Komitmen Carlo Tewu
Direktur Utama PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk, Carlo Brix Tewu, menyatakan dirinya siap mengemban amanah tersebut.
“Slogan kami (Jobubu) ialah ‘Dari Budaya Lokal Menjadi Kebanggan Global.’ Produk lokal Sulawesi Utara memiliki potensi yang baik. Mari kita bersatu untuk membawa produk-produk ini ke kancah global. Tidak mudah. Tapi saya percaya Sulut punya potensi itu,” ujar Direktur Utama Jobubu ini.
Carlo juga mengingatkan bahwa beliau yang menelorkan slogan “Berenti jo bagate” ketika beliau menjabat sebagai Kapolda Sulut di tahun 2012-2013. Menurut Carlo, ini agar masyarakat lebih teratur dalam mengkonsumsi minuman beralkohol. Agar masyarakat memilih yang sesuai standar mutu kesehatan dan legal.
“Mari kita bentuk koperasi-koperasi yang membina petani-petani pohon seho yang ada. Agar produk yang di hasilkan sesuai standar mutu kesehatan, membayar cukai dan pajak, serta mempunyai nilai jual yang tinggi,” tambah Carlo.
Jan Maringka: Tata Kelola Menjadi Kunci
Komisaris Independen Dr. Jan Samuel Maringka mengatakan bahwa dirinya ingin memastikan Jobubu terus tumbuh dengan tata kelola perusahaan yang sehat.
"Saya ingin ikut mengawal agar perusahaan ini terus berkembang dengan sistem yang baik, transparan, patuh terhadap regulasi, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia." ujar Jan.
Dalam karirnya sebagai penegak hukum, Dr Jan Maringka berhasil mencapai beberapa hal yang luar biasa. Jan merupakan putra Sulut pertama yang berhasil mencapai posisi tertinggi PNS aktif di Kejaksaan di Republik ini. (Jaksa Agung merupakan posisi yang diisi oleh pensiunan Jaksa yang ditunjuk oleh Presiden - RED).
Sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) tentunya Jan mengetahui banyak hal. Lalu mengapa Jan memilih turut membangun Jobubu?
“Saya ingin Sulut maju. Mari kita Jaga Minahasa. Jobubu ini telah berinvestasi di Minahasa dan di Sulut. Jobubu ini berhasil membangun brand dari budaya lokal. Wajib kita lindungi dan wajib kita dukung bersama,” ungkap Jan langsung kepada Manado Post.
Apresiasi kepada Pemerintah dan Aparat
Manajemen PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, serta kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara atas dukungan, pembinaan, dan perlindungan terhadap industri minuman beralkohol legal.
Menurut manajemen, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, melindungi industri legal, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
Mengajak Masyarakat Maju Bersama
PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk berharap seluruh masyarakat Sulawesi Utara dapat terus memberikan dukungan agar produk-produk daerah mampu bersaing di tingkat dunia.
"Keberhasilan Jobubu bukan hanya keberhasilan perusahaan. Ini adalah keberhasilan petani, pekerja, pemerintah daerah, masyarakat Sulawesi Utara, dan seluruh anak bangsa yang percaya bahwa produk Indonesia mampu menjadi kebanggaan dunia," terang Carlo dengan senyum bangga.(*)
Editor : Reza Abdilah