MANADOPOST.ID- Perhelatan Piala Dunia 2026 juga jadi berkah untuk para pelaku UMKM di Manado. Pun dalam acara nonton bareng di halaman Kantor TVRI Stasiun Sulawesi Utara, berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat kota Tinutuan.
Halnya tesaji dalam laga antara Argentina vs Inggris. Nampak masyarakat langsung disuguhi dengan panggung hiburan dan berbagai permainan berhadiah menarik. Terlihat para peserta nonton bareng penuh antusias mengikuti setiap tantangan permainan yang diberikan.
Salah satu warga bernama Michael mengaku menikmati suasana nonton bareng yang diselenggarakan oleh TVRI Stasiun Sulawesi Utara. Menurutnya kegiatan ini berlangsung dengan tertib, aman dan nyaman, sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih menyenangkan.
Diketahui, nonton bareng pertandingan Piala Dunia ini juga berdampak positif terhadap penjualan para pelaku UMKM. Pasalnya melalui penyelenggaraan acara nonton bareng Piala Dunia 2026, TVRI Stasiun Sulawesi Utara terus mendukung pemberdayaan pelaku UMKM lokal, dengan menyediakan ruang untuk menjual berbagai produk selama kegiatan berlangsung.
Terlihat banyak pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan ini dengan menyajikan beragam produk kuliner dan minuman kepada para pengunjung yang hadir di halaman Kantor TVRI Sulut tersebut.
Salah satu pelaku UMKM Dwi, mengungkapkan bahwa kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan TVRI Sulut sangat membantu peningkatan penjualan usahanya. Sebab dalam satu kali pertandingan, dirinya mampu memperoleh omzet hingga dua kali lipat.
Halnya juga disampaikan Putri, pelaku UMKM lainnya. "Apresiasi acara nonton bareng yang diselenggarakan oleh TVRI Stasiun Sulawesi Utara. Sebab jadi sarana yang efektif bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan produk," katanya berharap dapat kembali dilibatkan dalam acara nonton bareng final Piala Dunia.
Maka Kepala TVRI Stasiun Sulawesi Utara Stella AE Purukan juga berharap, kegiatan nonton bareng ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara media publik dengan masyarakat.(*)
Editor : Reza Abdilah