MANADOPOST.ID- Mahasiswa Disabilitas Netra berhasil meraih gelar Magister S2 di Program Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan Unsrat Manado. Hasil ini didapatkan setelah ujian tesis yang berlangsung di ruang seminar gedung L2 Pasca Sarjana lantai 2, Senin (20/7). Pun mahasiswa atas nama Steven Kowaas ini, juga berhasil memperoleh predikat Cum Laude.
Diketahui meski memiliki keterbatasan fisik, tidak menghalangi Steven Kowaas untuk terus belajar. Mengambil judul Tesis: Implementasi PKPU Nomor 12 Tahun 2024 dalam Pemenuhan Hak Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas di Kecamatan Tikala Kota Manado pada Pilkada 2024, dirinya berhasil menyelesaikan studi S2 di kampus Tumou Tou.
Dalam menulis Tesis ini, dirinya langsung di bimbing Dekan Fisip Dr Ferry Daud Liando. Yang dalam ujiannya, Kowaas berhasil mempertahankan tesis yang ditulis di hadapan para penguji. Ada Prof Dr Rino Rogi, Dr Michael Mamentu, Dr Buce Pati dan Dr Welly Waworundeng, yang juga Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan Pasca Sarjana Unsrat Dr Welly Waworundeng.
Bahkan dari informasi yang diperoleh, Kowaas dalam studinya, dibantu langsung oleh Rektor Prof Berty Sompie dalam pembayaran biaya perkuliahan. Yang atas perjuangan ini, kini resmi menyandang gelar Steven Kowaas S.Sos MIP.
Apresiasi pun disampaikan para dosen dan rekan-rekan mahasiswa. Pasalnya dirinya juga mampu menyelesaikan waktu studi yang tergolong singkat ditengah keterbatasan. Pasalnya tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2024 dan saat menyelesaikan studi tidak melebihi dua tahun.
Direktur Pasca Sarjana Prof Markus Lasut menegaskan bahwa Unsrat Manado ramah mahasiswa disabilitas. Menurutnya dalam pelaksanaan perkuliahan, mahasiswa disabilitas dilakukan sama dengan mahasiswa lainnya.
"Hah dia ini dibuat rencana pelaksanaan akademiknya. Kita siapkan fasilitasnya. Dan dalam pelaksanaan sistemnya ada pendampingan. Prosesnya sama dengan mahasiswa lainnya. Mengikuti perkuliahan sesuai jumlah SKS, juga dalam penelitian ada kegiatan proposalnya. Kemudian ada kegiatan seminar hasil, melihat progres bagaimana penelitian. Dan sampai pada ujian Tesis," ungkapnya.
"Ini dilakukan sama persis dengan mahasiswa lainnya. Walaupun dalam pelaksanaan ada pendampingan sebagaimana yang diperlukan mahasiswa Disabilitas Netra," tambahnya.
"Maka Unsrat Pasca Sarjana bisa melakukan itu. Unsrat ramah Disabilitas kami lakukan, sebab kami sudah tersertifikasi ISO 21001-2018. Kami juga terbuka untuk disabilitas lainnya untuk dilakukan sama dengan mahasiswa lainnya," sambungnya.
Pun usai ujian Tesis, Steven Kowaas menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasihnya. "Terima kasih atas bantuan dan waktu dalam membimbing saya. Sehat selalu dan diberkati oleh Tuhan. Biarlah Tuhan akan kembalikan berlipat ganda apa yang diberikan kepada saya," tegasnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa Unsrat sudah memberikan haknya sebagai mahasiswa disabilitas netra. "Saya bangga mendapatkan gelar di Unsrat. Dan ini akan saya bawa di mana pun saya pergi dan berada, bahwa Unsrat memberikan hak saya yang sama sesuai UU. Apresiasi dan ucapan terimakasih atas kesempatan, sehingga bisa memperoleh gelar MIP. Saya akan buktikan ke orang-orang untuk jadi motivasi," ungkapnya.(*)
Editor : Reza Abdilah