MANADOPOST.ID – Gala Premiere film Free Wifi berlangsung meriah di XXI Manado Town Square (Mantos) 3, Rabu (22/7) pukul 19.00 WITA.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, SE, Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., beserta jajaran, para pemain, kru, dan tamu undangan.
Film bergenre komedi ini menghadirkan deretan pemain, di antaranya Annette Edoarda, Jilli Lavenia, Mongol Stress, Mando GW, Putra Dinata, Ramli "Amoy" Hiola, Sulle, Jean Waturandang, Khael Bogota, Anof Zulfania, Jusuf "Kale" Moguuli, Tamaka Kakunsi, John Piet Sondakh, dan Sandra Tumiwa. Mayoritas pemeran merupakan putra-putri Sulawesi Utara yang turut menampilkan kekhasan budaya dan humor daerah.
Salah satu pemeran utama, Mongol Stress, mengaku antusias menerima tawaran bermain dalam film tersebut. Selain menjadi kesempatan untuk kembali ke kampung halaman, ia menilai Free Wifi menjadi wadah bagi para komedian Sulawesi Utara untuk menunjukkan eksistensi mereka di industri perfilman nasional.
"Begitu ditawari bermain film di Manado saya langsung tertarik, apalagi bisa pulang kampung. Film ini melibatkan sekitar sembilan seniman komedi Sulawesi Utara yang masih eksis. Hanya satu pemain yang berasal dari Bali, yaitu Putra Dinata. Pemeran utama laki-laki, Mando GW, berasal dari Langowan dan fasih berbahasa Tombulu," ujar Mongol.
Menurutnya, setiap karya film selalu memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Karena itu, melihat hasil kerja keras seluruh tim akhirnya dapat dinikmati masyarakat menjadi kebanggaan tersendiri.
Sementara itu, Executive Producer Free Wifi, Lucia Goni, mengatakan film tersebut diproduksi sebagai media untuk memperkenalkan keindahan Sulawesi Utara kepada masyarakat luas, khususnya potensi pariwisata yang dimiliki daerah ini.
"Ini merupakan film ketiga kami. Kami ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Sulawesi Utara sangat indah, masyarakatnya ramah dan penuh humor. Meski biaya produksi di Manado cukup besar, semangat kami tetap sama, yaitu mempromosikan dan memajukan nama Sulawesi Utara. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menonton film ini," kata Lucia.
Di kesempatan yang sama, Sutradara Dony Mamahit mengungkapkan proses produksi Free Wifi telah dimulai sekitar tujuh tahun lalu. Namun, penayangannya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 sehingga baru dapat dirilis pada tahun ini.
Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi wisata dan ikonik di Kota Manado serta Tomohon. Melalui film ini, tim produksi berharap tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan keindahan alam dan budaya Sulawesi Utara kepada penonton di seluruh Indonesia.
Film Free Wifi mulai tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada Kamis, 23 Juli 2026.
Tim produksi menargetkan sedikitnya 100 ribu penonton dapat menyaksikan film tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap karya perfilman daerah yang mampu menembus layar lebar nasional. (cw-01)
Editor : Filip Kapantow