HARI KEBAYA NASIONAL: Kebaya Noni Asal Sulawesi Utara Banggakan Indonesia, Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Jangkau Dunia Fashion Internasional
Filip Kapantow • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:37 WIB
HARUMKAN SULUT: Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI) Coreta Louise Kapoyos (kanan) mempromosikan Kebaya Noni di dunia internasional melalui berbagai roadshow dan fashion exhibition di sejumlah negara.
MANADOPOST.ID— Semangat pelestarian budaya mewarnai Hari Kebaya Nasional 2026 yang diperingati 24 Juli, dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara. Melalui peragaan busana Kebaya Noni dan bincang budaya yang digelar di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Senin (20/07/26), Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI) Coreta Louise Kapoyos SE, mengajak masyarakat semakin mengenal sekaligus mencintai warisan budaya khas Sulawesi Utara tersebut.
Kegiatan ini diikuti para pejabat perempuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama para pimpinan organisasi wanita se-Sulawesi Utara. Mereka tampil anggun mengenakan Kebaya Noni berwarna putih dengan renda khas Sulawesi Utara, berjalan di atas catwalk yang disambut antusias dan tepuk tangan para pengunjung.
Selain peragaan busana, acara juga menghadirkan sesi bincang Kebaya Noni dengan narasumber Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI) Coreta Louise Kapoyos SE.
Dalam pemaparannya, Coreta menjelaskan perjalanan sejarah Kebaya Noni yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan, Kebaya Noni lahir dari akulturasi budaya masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku dengan budaya bangsawan Eropa pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Perpaduan renda khas Eropa dengan kain katun lokal melahirkan busana putih elegan yang pada masa itu identik dengan kalangan bangsawan.
Coreta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan Kebaya Noni sebagai bagian dari identitas budaya Sulawesi Utara sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia.
Pada malam harinya, rangkaian peringatan HUT ke-67 BKOW Sulut dilanjutkan dengan gala dinner di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, yang dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, didampingi Anik Yulius Selvanus, serta Ketua Umum PPKNI Coreta Louise Kapoyos.
Terkait hal ini, Coreta memaparkan bahwa perjalanan pelestarian dan promosi Kebaya Noni telah dimulai sejak akhir 2023 melalui penyelenggaraan Talk Show Kebaya Noni yang menghadirkan Direktur Pengembangan Budaya Kemendikbudristek bersama berbagai komunitas kebaya dari seluruh Indonesia.
Memasuki tahun 2024 hingga 2025, PPKNI terus memperluas promosi melalui kolaborasi dengan komunitas kebaya di Jakarta, Forum Group Discussion bersama Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara yang melibatkan budayawan, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerhati budaya, serta keikutsertaan dalam Sulut Expo dan Discover North Sulawesi di Jakarta.
Eksistensi Kebaya Noni juga semakin dikenal di tingkat nasional melalui partisipasinya pada Hari Kebaya Nasional perdana tahun 2024 di Jakarta yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, termasuk penayangan video edukasi dan peragaan busana.
Pada tahun 2025, Kebaya Noni kembali tampil dalam Parade Kebaya Nasional di Solo sebagai representasi kekayaan budaya Sulawesi Utara.
Tidak hanya itu, Kebaya Noni juga dikenakan dalam berbagai ajang prestisius, seperti penampilan Tim Ski Air Australia di Manado pada 2024 serta Malam Final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia 2025 yang menghadirkan para finalis dari berbagai daerah dengan balutan Kebaya Noni.
Promosi Kebaya Noni bahkan telah menjangkau dunia internasional melalui berbagai roadshow dan fashion exhibition di New York, Washington D.C., Houston (Amerika Serikat), Toronto (Kanada), Helsinki (Finlandia), hingga Vatikan, Italia.
"Melalui berbagai kolaborasi dan promosi tersebut, Kebaya Noni kini tidak hanya menjadi simbol keanggunan perempuan Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia yang terus diperkenalkan ke tingkat nasional maupun internasional sebagai warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan," kuncinya. (vip)