MANADOPOST.ID— Kepemimpinan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., dinilai berhasil menciptakan suasana akademik yang kondusif dan harmonis di lingkungan kampus.
Melalui perpaduan antara kedisiplinan, keterbukaan, dan pendekatan humanis, berbagai aspirasi mahasiswa lebih banyak disalurkan melalui jalur dialog dibandingkan aksi demonstrasi.
Di bawah kepemimpinannya, Unsrat terus membangun budaya komunikasi yang terbuka antara pimpinan universitas dan mahasiswa. Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas kehidupan akademik sekaligus memperkuat hubungan antara civitas akademika.
Rekam jejak Prof. Berty Sompie turut membentuk karakter kepemimpinannya. Sebagai putra seorang purnawirawan TNI Angkatan Laut dan Ketua Pengurus Daerah XXII Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Sulawesi Utara, ia dikenal memiliki karakter tegas, disiplin, namun tetap mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dan kemanusiaan.
Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan pengalaman panjang di dunia akademik, sehingga setiap persoalan yang muncul lebih diutamakan diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Sejak awal menjabat sebagai rektor, Prof. Berty Sompie secara rutin membuka ruang dialog bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kemahasiswaan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas.
"Mahasiswa adalah mitra kritis sekaligus aset utama kampus. Disiplin penting untuk menjaga kondusivitas, tetapi sebagai akademisi saya meyakini bahwa mendengarkan dengan empati merupakan jalan terbaik. Ketika ruang komunikasi terbuka, setiap perbedaan pendapat dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif," ujar Prof. Berty Sompie.
Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Menurut salah satu pengurus BEM Unsrat, kepemimpinan rektor saat ini menghadirkan ruang komunikasi yang lebih terbuka sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara langsung tanpa harus berkembang menjadi konflik.
"Kami mengapresiasi keterbukaan Bapak Rektor dan jajaran pimpinan yang selalu membuka ruang diskusi. Ketika ada persoalan akademik maupun fasilitas kampus, respons yang diberikan cukup cepat dan solutif. Pendekatan beliau yang tegas namun tetap merangkul membuat mahasiswa merasa didengar, sehingga dialog menjadi pilihan utama dalam menyampaikan aspirasi," ungkapnya.
Sejumlah kebijakan yang dinilai mendukung terciptanya iklim kampus yang kondusif antara lain transparansi dalam penyampaian kebijakan, termasuk terkait fasilitas kampus, sistem kemahasiswaan, dan mekanisme Uang Kuliah Tunggal (UKT), respons cepat terhadap berbagai aspirasi mahasiswa, serta penguatan peran mahasiswa melalui kegiatan kepemimpinan, kompetisi ilmiah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, nilai-nilai Si Tou Timou Tumou Tou yang menjadi falsafah masyarakat Minahasa terus diimplementasikan dalam kehidupan kampus sebagai semangat untuk memanusiakan sesama, berpadu dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif.
Perpaduan antara kedisiplinan, pengalaman berorganisasi, dan kompetensi akademik menjadikan Prof. Berty Sompie sebagai sosok pemimpin yang berupaya menjaga keseimbangan antara ketegasan dan pendekatan persuasif.
Dengan suasana kampus yang semakin kondusif, Unsrat diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor : Tommy Waworundeng