Sukacita dan Kebahagiaan Keluarga Besar Yayasan Medika di Puncak Hari Kesehatan GMIM Tahun 2026: Larut dalam Ibadah Syukur di Mission Center

Reza Abdilah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Bersyukur: BPMS GMIM bersama Keluarga Besar Yayasan Medika dalam sukacita ibadah syukur HKG tahun 2026 di Mission Center, kemarin.
Bersyukur: BPMS GMIM bersama Keluarga Besar Yayasan Medika dalam sukacita ibadah syukur HKG tahun 2026 di Mission Center, kemarin.

 

MANADOPOST.ID- BPMS bersama Yayasan Medika bersukacita bersama di puncak Hari Kesehatan GMIM tahun 2026. Ungkapan syukur dipanjatkan, bersyukur dalam penyertaan Tuhan, diberikan kesempatan merasakan kebahagiaan di momentum luar biasa. 

Dari Mission Center GMIM, Rabu (5/8) kemarin, merupakan puncak rangkaian pelaksanaan HKG 2026. Disyukuri dalam Ibadah yang dipimpin Ketua BPMS Pdt Dr Adolf Wenas. Dihadiri tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga penunjang di Yayasan Medika. Para Ketua BPMW seantero GMIM juga turut serta.

Memantapkan langkah tetap bersama Tuhan, tetap berseru kepada Tuhan, tetap percaya dalam setiap pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Maka dalam Khotbahnya, di hadapan jajaran BPMS yang juga merasakan sukacita bersama, Pdt Adolf menegaskan bahwa semangat pelayanan kesehatan Yayasan Medika sangat luar biasa.

Dirinya bercerita sewaktu membuka kegiatan lomba jalan sehat. "Luar biasa ini RS dan Klinik serta Yayasan. Tetap semangat. Itu kasih Tuhan di tengah gumul, tetap memberikan kekuatan. Itulah kasih Tuhan," katanya.

"Tuhan berjanji aku akan membimbing, bukan orang lain. Saya percaya kalau Tuhan memimpin gereja ini, kita akan senang," tambahnya. 

Di momentum HKG 2026, ungkap Pdt Adolf, menunjukkan Tuhan tetap memimpin Yayasan Medika GMIM. "HKG mau menunjukkan Tuhan masih memimpin Yayasan Medika. Banyak orang masih datang (pasien), karena percaya RS GMIM terjadi kesembuhan dan kesehatan," tegasnya. 

"Di saat ada gumul, akreditasi RS tinggi sekali. Ini cara Tuhan. Tuhan menunjukkan bahwa Tuhan sementara mengangkat dan meninggikan, jangan kuatir. Kita akan diangkat Tuhan bagikan Rajawali," tambahnya lagi. 

"GMIM Tuhan sementara angkat setinggi Rajawali. Karena tinggi maka badai membuat goyang. Namun lebih tinggi pasti lebih merasakan sukacita. Itulah Tuhan. Tuhan mengambil dan memulihkan kita," sambungnya. 

Pdt Adolf dengan langang menegaskan kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya. "Tuhan masih melanjutkan kasihnya. Tuhan akan buat Yayasan dan GMIM akan lebih bagus. Karena Tuhan mengakui kita sebagai umatNya. Maka jangan pernah putus asa, kuat," tegasnya lagi. 

Sebab menurutnya, gereja bertumbuh bukan di tengah kedamaian dan ketenangan, namun bertumbuh di tengah penderitaan. "Semakin menderita disitulah semakin bertumbuh. Karena ada Tuhan sang kepala gereja," kata Pdt Adolf. 

Sementara itu, dalam sambuan Ketua Yayasan Medika Pdt John Slat yang didampingi Sekretaris Sekretaris dr Militia C Dolontelide dan Bendahara Pdt Deitje E Karinda, menyatakan syukur dalam suasana kebahagiaan ini.

"Sebagai pengurus Yayasan Medika mengapresiasi BPMS GMIM yang memberi ruang dan kepercayaan kami untuk mengelola RS dan Klinik milik GMIM. Visi yang dibangun Yayasan Medika sejak awal adalah membangun masyarakat Kristiani yang sehat, sejahtera, bermartabat dan misioner di wilayah pelayanan GMIM dan di dunia pada umumnya," ungkapnya. 

Dan pelayanan di bidang kesehatan GMIM adalah inklusif. "Jadi terbuka untuk semua. Siapa yang datang akan kita layani. Dan ternyata kecintaan warga gereja dan warga masyarakat terhadap RS dan Klinik di bawah Yayasan Medika yang ada milik GMIM sangat luar biasa. Buktinya tingkat keterisian di ruang perawatan naik diatas 80 bahkan 100 persen. Bahkan RSU GMIM Tonsea Airmadidi pernah tercatat sampai 125 persen," tegasnya. 

"Itu tanda ada kecintaan warga gereja dan warga masyarakat untuk RS dan Klinik di Yayasan Medika GMIM," katanya sambil menjelaskan berbagai perkembangan pelayanan modern di fasilitas kesehatan yang ada.

Diketahui HKG tahun ini dilaksanakan oleh RSU GMIM Tonsea Airmadidi dipimpin Direktur dr Donny Bato. Dengan Ketua Panitia Lestari Pandey SKM. Pun dalam pelaksanaannya, turut serta jajaran Direktur RS dan Kepala Klinik. 

Ada Direktur RSU Pancaran Kasih Manado dr Gafri Bofi Kasenda, Direktur RSU Siloam Sonder dr Billy Manengkei, Direktur RSU Bethesda Tomohon dr Daud Alexander Kiroyan, Direktur RSU Kalooran Amurang dr Ester Tumuju. Juga Kepala Klinik Kaupusan Langowan dr Boy Andre Imanuel Paendong, Kepala Klinik Syaloom Tompaso Baru dr Filly Elisabeth Kilis dan Kepala Klinik Lidya Tondano dr Regina Ch Makisanti.(*)

Editor : Reza Abdilah
Puncak BPMS GMIM hari kesehatan Yayasan Medika GMIM 2026