Pansus Ranperda Kepariwisataan DPRD Kabupaten Karo, Sumatera Utara Pelajari TIFF di Kota Tomohon
Filip Kapantow • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:26 WIB
VISIT: Pansus Ranperda Penyelenggaraan Kepariwisataan DPRD Kabupaten Karo, Sumatera Utara, saat mengunjungi Grha Pena Manado Post yang diterima Pemimpin Redaksi Filip Kapantow, Kamis (06/08/26).
MANADOPOST.ID – Kesuksesan Tomohon International Flower Festival (TIFF) sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan Indonesia terus menarik perhatian berbagai daerah.
Untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kepariwisataan DPRD Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melakukan studi tiru mengenai sistem penyelenggaraan dan tata kelola TIFF di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada 5–8 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan menyerap berbagai pengalaman dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan festival bertaraf internasional.
"Hasil pembelajaran ini diharapkan menjadi referensi penting dalam penyusunan Ranperda Penyelenggaraan Kepariwisataan sekaligus pengembangan Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo agar mampu bersaing di tingkat global," ungkap Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Kepariwisataan DPRD Kabupaten Karo, Mathius Hernandez Bukit, saat mengunjungi Grha Pena Manado Post yang diterima Pemimpin Redaksi Filip Kapantow, Kamis (06/08/26).
Dirinya menegaskan Kabupaten Karo memiliki potensi besar di bidang florikultura dan hortikultura yang perlu dikemas dalam sebuah festival berkualitas internasional.
"Karena itu, kami datang ke Kota Tomohon untuk mempelajari secara langsung bagaimana sistem, manajemen, serta tata kelola Tomohon International Flower Festival. Harapan kami, Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo juga dapat berkembang menjadi event bertaraf internasional yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri," harapnya diamini anggota Pansus, yakni Raja Urung Mahesa Tarigan, Endamia Carolina Kaban, dan H. Yudi Yahya Ginting.
Lanjutnya, Pansus mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan TIFF, mulai dari perencanaan kegiatan, kolaborasi pemerintah dengan masyarakat dan pelaku usaha, promosi pariwisata, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan festival.
Menurut, TIFF telah menjadi contoh sukses bagaimana sebuah festival mampu menjadi identitas daerah sekaligus motor penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.
Pengalaman Kota Tomohon dinilai sangat relevan untuk diadopsi dan disesuaikan dengan karakteristik Kabupaten Karo yang dikenal sebagai daerah penghasil bunga, buah, dan hasil pertanian unggulan di Sumatera Utara.
"Melalui studi ini, Pansus berharap Ranperda Penyelenggaraan Kepariwisataan yang sedang disusun dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ikon pariwisata yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional hingga internasional," kuncinya. (vip)