MANADOPOST.ID - Wakil Ketua DPRD, Sulhan Manggabarani, menyoroti kondisi mess dan lingkungan PT Conch yang dinilai terlihat kotor, tak terurus, dipenuhi rumput, tidak tertata, dan memberi kesan kumuh.
Ia menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di daerah tidak boleh hanya mengejar kepentingan bisnis, tetapi juga harus menunjukkan tanggung jawab terhadap kebersihan dan lingkungan.
Sorotan tersebut disampaikan Sulhan setelah melihat kondisi sejumlah bagian area mess dan lingkungan perusahaan yang dinilai kurang mendapat perhatian dari pihak manajemen.
“Jangan hanya datang berusaha dan mencari keuntungan di daerah, sementara lingkungan perusahaan sendiri dibiarkan kotor, berumput, dan terlihat kumuh. Hal sederhana seperti kebersihan saja seharusnya sudah menjadi perhatian manajemen tanpa perlu menunggu teguran,” tegas Sulhan Manggabarani.
Menurutnya, wajah lingkungan perusahaan dapat menjadi salah satu cerminan kedisiplinan dan kepedulian manajemen. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa kondisi tersebut terkesan dibiarkan.
“Kalau lingkungan yang setiap hari berada di depan mata manajemen saja bisa dibiarkan seperti ini, tentu kita patut bertanya sejauh mana keseriusan perusahaan dalam menjaga lingkungan. Jangan sampai perusahaan hanya bicara soal kegiatan usaha, tetapi tanggung jawab yang paling sederhana justru terabaikan,” ujarnya.
Sulhan Manggabarani memastikan persoalan tersebut tidak hanya berhenti pada kritik. Dalam waktu dekat DPRD akan memanggil pihak manajemen PT Conch untuk dimintai keterangan terkait kondisi mess dan area perusahaan yang terlihat kotor, berumput, serta terkesan kumuh.
“Kami akan panggil pihak manajemen. Kami ingin mereka menjelaskan mengapa kondisi ini bisa dibiarkan. Apakah tidak ada pemeliharaan rutin, tidak ada petugas yang bertanggung jawab, atau memang kebersihan lingkungan tidak menjadi perhatian perusahaan?,” kata Sulhan.
Ia menegaskan, DPRD ingin mendapatkan penjelasan langsung sekaligus memastikan adanya langkah konkret dari pihak perusahaan.
“Jangan setelah disorot DPRD baru bergerak. Jangan setelah mau dipanggil baru rumput dipotong dan lingkungan dibersihkan. Yang kami inginkan adalah kesadaran dan tanggung jawab manajemen secara berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Sulhan, keberadaan perusahaan di daerah seharusnya memberikan dampak positif, termasuk dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan terawat.
“Perusahaan harus menjaga citranya. Jangan sampai masyarakat melihat sebuah perusahaan beroperasi dengan aktivitas yang besar, tetapi lingkungan mess dan kawasan perusahaannya justru tampak tidak terurus dan kumuh,” ujarnya.
Selain masalah kebersihan, Sulhan Manggabarani juga meminta PT Conch segera memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul di lingkungan kantor, mess, pintu masuk, serta kawasan perusahaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di wilayah Indonesia sudah sepatutnya ikut menciptakan suasana kemerdekaan dan menunjukkan penghormatan terhadap simbol negara.
“Sekarang masyarakat sudah mulai membersihkan lingkungan, memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul. Jangan sampai di lingkungan perusahaan justru yang terlihat adalah rumput tinggi, kesan kumuh, sementara semangat Merah Putih tidak tampak,” tegas Sulhan.
Ia meminta manajemen tidak memandang pemasangan atribut kemerdekaan hanya sebagai kegiatan seremonial.
“Perusahaan ini beroperasi di bumi Indonesia. Maka memasang Merah Putih dan ikut menyemarakkan HUT Kemerdekaan adalah bentuk penghormatan yang sangat sederhana. Jangan sampai hal seperti itu pun harus diingatkan,” ujarnya.
Sulhan Manggabarani pun memberikan pesan tegas kepada manajemen PT Conch agar segera melakukan pembenahan sebelum agenda pemanggilan DPRD dilaksanakan.
“Bersihkan lingkungannya, pangkas rumputnya, tata mess dan kawasan perusahaan, hilangkan kesan kumuh, lalu pasang Merah Putih dan umbul-umbul. Jangan hanya pandai menjalankan usaha dan mencari keuntungan, tetapi abai terhadap lingkungan tempat perusahaan itu beroperasi. Dalam waktu dekat manajemen akan kami panggil dan kami minta penjelasannya secara langsung,” pungkas Sulhan Manggabarani. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight