MANADOPOST.ID- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado kembali meraih akreditasi Program Studi (Prodi) unggul. Ini merupakan prestasi dan pencapaian luar biasa kampus orange dibawah kepimpinan Dekan Dr Ferry Daud Lando. Pasalnya di tahun 2026 ini, pencapaian prestasi civitas akademika Fisip Unsrat sangat luar biasa.
Sebab hanya dalam waktu 3 bulan, berhasil meraih 3 program studi dengan predikat Unggul. Diawali dengan Prodi Ilmu Komunikasi yang dipimpin Dra Pingkan Tangkudung, kemudian Prodi Adminitrasi Negara yang dipimpin Dr Jericho Pombengi.
Terbaru adalah Prodi Antropologi yang dipimpin Titik Mulyanti yang disematkan Prodi Unggul. Yang merupakan pencapaian sangat bergengsi, karena merupakan predikat tertinggi dari semua perangkingan program studi.
Untuk itu, Dekan Liando menegaskan bahwa hasil ini merupakan hal yang sangat langkah di kalangan perguruan tinggi, terlebih di Fisip Unsrat. Menurutnya pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Nasional (LAMPSPAK).
"Pengakuan bahwa tiga prodi di Fisip Unsrat telah menjalankan budaya, mutu dan tata kelola akademik secara profesional. Manajemen yang dijalankan oleh pimpinan prodi telah sesuai dengan prosedur dan standar yang baik, kualitas dan kinerja dosen yang mencapai standar serta prestasi yang ditorehkan para mahasiswa," tegasnya.
Sebab salah satu penilaian juga, kata Liando, adalah soal kecepatan para lulusan dalam mendapakan pekerjaan. "Selama ini Fisip Unsrat merupakan fakultas yang tergolong cepat dalam mendapatkan pekerjaan bagi para lulusan. Terima kasih bagi pimpinan jurusan, pimpinan prodi, para dosen dan mahasiswa serta alumni yang ikut mendukung," katanya.
Pencapaian ini lebih spesial, kala menjelang Dies Natalis Fisip ke 62 tahun 2026. "Ini merupakan hadiah bagi kami dalam perayaan Dies Natalis ke 62 yang akan dilaksnakan akhir Agustus mendatang. Dengan hasil predikat unggul ini, maka akan membuka peluang bagi para lulusan dengan mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti," tegasnya.(*)
Editor : Reza Abdilah