LP2K Melati Didorong Terapkan Keamanan Pangan Berbasis Standar Ilmiah 

Tommy Waworundeng • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

 

Ketua Panititia . Erny J.N. Nurali, MS,
Ketua Panititia . Erny J.N. Nurali, MS,

 

MANADOPOST.ID— Keamanan pangan menjadi salah satu faktor fundamental dalam menjaga kualitas produk olahan sekaligus melindungi kesehatan konsumen. Hal ini menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Melati.

Kegiatan tersebut diketuai Ir. Erny J.N. Nurali, MS, dengan Ketua Kelompok UP2K Melati, Lienda Rumimper, SE.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi anggota UP2K Melati dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada proses produksi. Sebab, meskipun para anggota telah memiliki kemampuan dalam mengolah pangan, penerapan sanitasi, higiene, dan prinsip keamanan pangan secara konsisten masih perlu diperkuat.

P2K Melati Didorong Terapkan Keamanan Pangan Berbasis Standar Ilmiah 
P2K Melati Didorong Terapkan Keamanan Pangan Berbasis Standar Ilmiah 

 

Kondisi tersebut dinilai penting mendapat perhatian karena praktik pengolahan yang belum optimal dapat memengaruhi mutu produk dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, anggota UP2K Melati diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai praktik keamanan pangan yang berbasis standar ilmiah. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan interaktif, praktik lapangan, serta demonstrasi yang disesuaikan dengan kapasitas usaha skala UMKM.

Materi yang diberikan antara lain identifikasi potensi risiko kontaminasi mikrobiologis, penerapan prosedur sanitasi, pengelolaan bahan baku, pengolahan produk sesuai standar higiene, hingga evaluasi mutu produk olahan.

 

Anggota UP2K juga diperkenalkan dengan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) secara sederhana, sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan kelompok usaha.

Selain pelatihan, peserta mendapatkan modul edukasi dan demonstrasi visual untuk memudahkan penerapan prinsip keamanan pangan dalam aktivitas produksi sehari-hari.

Kegiatan tersebut ditargetkan menghasilkan sejumlah capaian, di antaranya peningkatan kompetensi anggota dalam menerapkan keamanan pangan, tersusunnya pedoman praktik keamanan pangan yang mudah diterapkan, serta peningkatan mutu, stabilitas dan keamanan produk olahan.

Lebih jauh, penerapan standar keamanan pangan diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing anggota UP2K Melati.

Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan mampu membangun sistem produksi pangan yang aman dan berkualitas secara berkelanjutan. Selain mengurangi risiko kesehatan bagi konsumen, program ini juga diharapkan meningkatkan kemandirian serta kapasitas anggota UP2K.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan lokal. Model pengabdian berbasis inovasi pangan ini diharapkan dapat direplikasi dan disesuaikan pada kelompok UP2K lainnya di berbagai wilayah.

Dengan demikian, penguatan kapasitas pelaku usaha pangan skala keluarga dan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pendapatan, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan aman, higienis, berkualitas, serta memiliki daya saing di pasar. (*)

 

 

 

 

Editor : Tommy Waworundeng
Keamanan