MANADOPOST.ID- Sabtu (15/8) akhir pekan esok, Modern Cancer Hospital Guangzhou akan hadir di Manado, Sulawesi Utara. Lewat Branch Office di area Hotel Plaza Manado, di Jalan Walanda Maramis nomor 1, Wenang, dibuka untuk memudahkan akses para pasien untuk berkonsultasi dan melakukan pengobatan.
Dipimpin Manager Perwakilan Modern Cancer Hospital Guangzhou Manado Branch Office Mr Zhuo Liangfei, berikut profil Modern Cancer Hospital Guangzhou:
Asosiasi Anti Kanker Tiongkok, Pusat Pelatihan Pengobatan Onkologi
Rumah Sakit Umum Kelas 2 Nasional
Rumah Sakit bersertifikasi JCI Amerika
Gold Medal Hospital for Minimal Invasive Integrated Medicine
Menerima rata- rata hampir 5000 pasien internasional per tahun
Rata-rata melakukan sekitar 10.000 prosedur perawatan
invasif minimal per tahun
Diketahui St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou terletak di kaki Gunung Baiyun di distrik Tianhe (tempat wisata 4A Nasional), dibangun pada Agustus 2005. Merupakan rumah sakit umum kelas 2 di Tiongkok.
Pada tahun 2015, Departemen Perdagangan dan Komisi Kesehatan menyetujui rumah sakit kami menjadi rumah sakit kerja sama pertama antara Tiongkok dan Singapura.
Rumah sakit ini memiliki luas 210.000 m2, dilengkapi oleh 350 tempat tidur dan lebih dari 100 peralatan teknologi canggih berstandar internasional.
Pun mengumpulkan dokter - dokter terkenal dari dalam dan luar negeri yang berspesialis dalam pengobatan dan diagnosis onkologi. Membangun sistem model diagnosis dan pengobatan tim MDT dan diaplikasikan ke dalam teknologi tumor Minimal Invasif tercanggih di dunia dan
menyediakan layanan medis berkualitas untuk seluruh pasien.
Rumah sakit kami berpusat di Tiongkok dan berorientasi Internasional, mempunyai kantor perwakilan di seluruh dunia termasuk: Thailand, Laos, Malaysia, Indonesia, Viet-
nam, Filipina, Mongolia dan Eropa.
Saat ini, RS yang merupakan pemimpin dalam bidang pengobatan onkologi terpadu dan pengobatan Minimal Invasive, merawat puluhan ribu pasien kanker dari berbagai negara di seluruh dunia dan menerima pengakuan dan pujian yang tinggi dari para pasien.(*)
Editor : Reza Abdilah