MANADOPOST.ID- Keluarga besar Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon merayakan penyertaan Tuhan yang luar biasa di usia ke 76 tahun. Disyukuri dalam peribadatan yang dipimpin langsung Ketua BPMS Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas dari GMIM Sion Tomohon.
Dari masa ke masa, Tuhan memberkati seluruh tanaga medis, tenaga kesehatan, tenaga penunjang, para dokter serta para pemimpin RS, yang kini dipimpin Direktur dr Daud Alexander Kiroyan.
Nampak turut dalam sukacita ini, Ketua Yayasan Medika GMIM Pdt John Slat bersama jajarannya, para Direktur RS dan Kepala Klinik. Juga jajaran BPMS dan Pemerintah Tomohon serta Forkopimda, juga larut dalam kebersamaan. Puji-pujian dari seluruh yang bersukacita makin melengkapi komitmen untuk pelayanan terbaik GMIM kedepan di bidang kesehatan.
Maka dalam khotbah yang diambil dalam Keluaran 6 ayat 1 sampai 12, Pdt Adolf menegaskan untuk menjadi pemimpin yang takut akan Tuhan.
"Kita mempunyai banyak pemimpin, namun hanya sedikit pemimpin yang memiliki kepemimpinan dari Tuhan. Cara hidup tidak menjadi teladan. Suka disebut pemimpin gereja, namun terjadi dia menghancurkan gereja. Pemimpin masyarakat, namun tidak membawa pada kehidupan adil, makmur dan sejahtera," ungkapnya.
"Ternyata menjadi pemimpin yang baik itu susah. Apalagi pemimpin yang takut Tuhan, itu susah. Saya juga belum dapat disebut pemimpin yang baik, tapi saya berusaha untuk belajar jadi pemimpin yang baik. Dan itu tidak gampang," tambahnya.
Maka Pdt Adolf juga mengajak semua warga gereja untuk membangun pelayanan bersama. "Mari kita bersama membangun dan beking bagus pelayanan kesehatan, bersama Yayasan Medika dan jajaran BPMS. Kalau ada yang kurang, kita tutup kekurangan itu. Belajarlah seperti Musa, tidak gampang jadi pemimpin, Musa tetap melakukan perintah Tuhan," tegasnya.
"Kita yakinkan bahwa GMIM adalah gereja yang diberkati Tuhan. RS GMIM adalah yang akan melayani kesehatan yang bagus. GMIM boleh mengalami banyak pergumulan, GMIM akan diberkati dalam kehidupan karena kepala gereja adalah Tuhan Yesus," tambah Pdt Adolf menutup khotbahnya.(*)
Editor : Reza Abdilah