MANADOPOST.ID-Suara tawa anak-anak terdengar riuh di aula Panti Asuhan Nazaret GMIM, Kota Tomohon, Sabtu, 22 Agustus 2026.
WAJAH-wajah polos itu tampak ceria ketika sekitar 30 orang dari Indonesian Marketing Association (IMA) Sulawesi Utara dan IMA Chapter Manado datang membawa bukan hanya bantuan, tetapi juga waktu, perhatian, permainan dan kasih.
Hari itu, rombongan IMA hadir dalam kegiatan bertajuk “Charity IMA Manado: Spread Love & Kindness”.
Sebuah perjalanan sederhana dari Manado menuju Tomohon, tetapi sarat dengan makna: menyebarkan cinta dan kebaikan kepada sesama.
Sekitar pukul 11.00 WITA, rombongan yang terdiri atas anggota IMA Senior dan IMA Youth memulai perjalanan dari Manado Town Square. Perjalanan menuju Kota Tomohon sempat diwarnai kebersamaan saat rombongan berhenti menikmati makan siang di kawasan Tinoor.
Namun tujuan utama perjalanan itu bukan sekadar rekreasi.
Mereka datang membawa semangat sharing, caring and giving back.
Setibanya di Panti Asuhan Nazaret, milik Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), rombongan IMA langsung disambut hangat oleh anak-anak panti. Juga pengelolah panti Ibu Grace Aror.
Aula yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul sehari-hari, siang itu berubah menjadi ruang penuh senyum, tawa dan keceriaan.
Tak ada jarak antara para profesional, pengusaha, marketer, generasi muda IMA dan anak-anak panti.
Semua larut dalam kebersamaan.
Bukan Sekadar Memberi Bantuan
IMA Sulawesi Utara dan IMA Chapter Manado datang membawa sejumlah kebutuhan bahan pokok untuk mendukung kehidupan sehari-hari anak-anak di panti asuhan. Beras, minyak goreng, gula dan berbagai kebutuhan pokok lainnya diserahkan kepada pengelola panti. Juga uang tunai.
Namun kegiatan charity itu tidak berhenti pada penyerahan bantuan.
Snack dan mainan dibagikan kepada anak-anak. Kemudian, suasana semakin meriah ketika seluruh peserta mulai berbaur dalam berbagai permainan dan kegiatan rekreasi.
Tawa pun pecah.
Ada kegembiraan ketika anak-anak mengikuti permainan. Ada sorak-sorai ketika mereka berhasil menyelesaikan tantangan. Dan ada kebersamaan yang tercipta ketika semua orang, tanpa memandang usia dan latar belakang, terlibat dalam kegiatan tersebut.
Games yang dilakukan bukan sekadar untuk bersenang-senang. Melalui permainan, anak-anak diajak belajar tentang kekompakan, kebersamaan dan semangat bekerja sama.
Di tengah keceriaan itu, ada pula pesan-pesan motivasi.
Pdt Ronny Worang hadir memberikan penguatan dan motivasi kepada anak-anak.
Sementara Presiden IMA Chapter Manado, Tommy Waworundeng, memperkenalkan tentang Indonesian Marketing Association serta semangat yang dibangun organisasi tersebut.
Bahwa dalam kehidupan, setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
Bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh keadaan hari ini.
Dan bahwa harapan harus terus dijaga.
Owen mewakili IMA Youth juga ikut memberikan semangat bagi anak anak panti asuhan untuk belajar dengan tekun sehingga bisa jadi pemimpin di masa depan.
"Seperti Raja Daud. Dulunya hanya disuru suru kakak kakaknya untuk menggembalakan domba. Juga untuk mengantar makanan bagi kakak kakaknya. Tapi siapa sangka setelah besar Daud menjadi raja Israel, " ujar IMA Youth.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah IMA Sulawesi Utara Rudini Putra Wijaya, bersama sejumlah anggota IMA Senior dan IMA Youth, antara lain Ivanri Matu, Yono Akbar, Michella, Meiriany Laukati, Chris dan anggota IMA lainnya.
Kebersamaan Senior dan Youth
Bagi IMA Youth, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk belajar langsung tentang arti kepedulian sosial.
Ketua IMA Youth Farel Wagiu mengaku bersyukur karena kegiatan charity tersebut dapat terlaksana dengan baik. Terlebih, kegiatan itu menjadi salah satu momentum kebersamaan bersama teman-teman IMA Youth yang baru.
“Event charity ke panti asuhan dapat berjalan dengan lancar bersama teman-teman IMA Youth yang baru. Terima kasih atas setiap dukungan dari IMA Sulut, mulai dari yang hadir bersama ada Ko Rudi, Pak Press Manado, Pak Ivan, Ci Mei, Ka Mimi, Pak Christ, Pak Yono dan Pastor,” ujar Farel.
Menurutnya, suksesnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh keluarga besar IMA Sulawesi Utara.
Farel juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tambahan dari sejumlah pihak yang turut membuat suasana semakin meriah.
“Juga ada tambahan support ratusan ice cream dari Ko Andy Sumual dan Bu Lenny,” tambahnya.
Terimakasih juga buat PIC Untuk charitynya: Owen, Citra, dan Cherly.
Ratusan es krim itu menjadi salah satu kejutan manis bagi anak-anak panti.
Di tengah suasana sederhana, perhatian kecil ternyata mampu menghadirkan kegembiraan besar.
Menyebarkan Senyum, Menumbuhkan Harapan
Bagi Farel dan teman-teman IMA Youth, kegiatan tersebut bukan sekadar program charity yang selesai setelah bantuan diserahkan.
Ada harapan yang ingin ditinggalkan.
Ada senyum yang ingin dibawa pulang.
Dan ada pesan tentang pentingnya terus menebarkan kebaikan.
“Semoga bantuan dan hiburan yang diberikan ke panti asuhan dapat menjadi senyum yang mendatangkan berkat berlimpah bukan hanya bagi kami semua, melainkan bagi lingkungan panti dan masa depan mereka,” harap Farel.
Hingga sore hari, kebersamaan itu masih terasa. Anak-anak bermain, bercanda dan berfoto bersama para peserta IMA.
Waktu akhirnya mengharuskan rombongan kembali ke Manado.
Namun, perjalanan pulang itu membawa lebih dari sekadar kenangan.
Charity “IMA Manado Spread Love & Kindness” kembali mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam sesuatu yang besar. Kadang, cinta dan kebaikan bisa dimulai dari sebuah kunjungan, sebuah permainan, sebungkus makanan, sebuah motivasi, atau waktu yang dengan tulus diberikan kepada sesama.
Dari Manado menuju Tomohon, sekitar 30 orang datang membawa berbagai bentuk bantuan.
Tetapi ketika pulang, mereka membawa sesuatu yang mungkin lebih berharga.
Senyum.
Tawa.
Dan pelajaran bahwa berbagi tidak membuat seseorang kehilangan sesuatu.
Justru dengan berbagi, cinta dan kebaikan akan terus menemukan jalannya untuk menyentuh lebih banyak hati.
Spread love & kindness. Sebarkan cinta dan kebaikan.
Itulah pesan sederhana yang ditinggalkan IMA Sulawesi Utara dan IMA Chapter Manado bagi anak-anak Panti Asuhan Nazaret—bahwa di tengah kehidupan, selalu ada alasan untuk berharap, tersenyum dan percaya bahwa masih banyak orang yang peduli. (*)
Editor : Tommy Waworundeng