GMIM Berduka... Selamat Jalan Oma Tilly Tompodung, Istri Almarhum Pdt Prof Wilhelmus Absalom Roeroe

Reza Abdilah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:09 WIB
Suasana ibadah penghiburan atas meninggalnya Tilly Roeroe Tompodung, Istri almarhum Pdt Prof Dr Wilhelmus Absalom Roeroe
Suasana ibadah penghiburan atas meninggalnya Tilly Roeroe Tompodung, Istri almarhum Pdt Prof Dr Wilhelmus Absalom Roeroe

 

MANADOPOST.ID- Dukacita menyelimuti GMIM. Terlebih keluarga besar Pendeta Roeroe Tompodung. Pasalnya Tilly Tompodung, istri almarhum Pdt Prof DR Wilhelmus Absalom Roeroe, berpulang Selasa (25/8) pukul 13.24.

Kepergianan oma Tilly di usia 84 tahun, 5 bulan, 1 hari, meninggalkan duka bagi GMIM, seluruh Jemaat Kakaskasen Maranatha serta masyarakat yang menyatakan kebersamaan gumul dukacita bersama keluarga, dalam ibadah penghiburan pertama semalam. 

Nampak di rumah duka keluarga Roeroe Tompodung, di di Lingkungan 3 Kelurahan Kakaskasen, Tomohon Utara, Tomohon, ungkapan dukacita disampaikan. Baik para pelayat duka dalam ibadah dan pujan penghiburan, maupun lewat papan ucapan dukacita. 

Diketahui Tilly Roe Roeroe Tompodung dikenal baik dan humoris. Pun sempat mendapatkan perawatan sekira 1 bulan di RSU GMIM Bethesda Tomohon, sebelum menghembuskan nafas terakhir. Pun direncakan akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga, bersebelahan dengan sang suami tercinta. 

Anak almarhum Tilly Roeroe Tompodung, Brigjen Pol (Purn) Aridan Roeroe turut menyampaikan terima kasih atas kepedulian kepada keluarga. "Terima kasih kepada semua pihak, pemerintah dan jemaat. Dan saat ini sudah hadir Keluarga bRoeroe dan keluarga Tompodung," katanya menjelaskan bahwa Tilly Tompodung lahir di Jakarta, dengan 6 orang bersaudara. 

Sementara itu dalam ibadah penghiburan yang dipimpin Pdt Jenny Tando, terus menguatkan keluarga dengan Firman Tuhan. "Bersyukur boleh layani orang tua sampai menutup mata. Pasti dengan dukacita luar biasa. Namun warisan iman akan jadi pegangan anak dan cucu. Yang selalu hidup dalam takut akan Tuhan," tegasnya 

"Warisan iman ibu Tilly, adalah totalitas kehidupan. Termasuk keteladanan imam yang ditunjuk, dibuktikan dan dinyatakan dalam keseharian hidupnya. Yang selalu bergaul akrab dengan Tuhan, sehingga anak cucu boleh diberkati dan jadi berkat bagi banyak orang," tambahnya. 

"Inilah yang jadi pengakuan iman keluarga besar Roeroe Tompodung. Tuhan telah membebaskan ibu Tilly dari pergumulan sakit. Walaupun masih ada harapan dapat umur panjang, namun cerita dari bu Tilly berakhir tadi siang. Semua tinggal kenangan, Tuhan sudah menyembuhkan secara total dengan mengambil nafas kehidupan. Banyak kenangan indah dan hal baik yang akan terus dilanjutkan oleh kita yang telah ditinggalkan, terlebih anak dan cucu," sambungnya.(*) 

 

Editor : Reza Abdilah
dukacita Roeroe PDT