MANADOPOST.ID- Kapasitas migran Indonesia terus ditingkatkan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto dengan program SMK Go Global melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah melakukan kick-off, Rabu (26/8). Berlangsung hybrid seantero Indonesia, diluncurkan langsung oleh Menteri BP2MI Mukhtarudin.
Dari Sulawesi Utara, diikuti dari dari Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), dipimpin Kepala Balai AKBP Hendrick Situmorang, SH, S.I.K, M.Si bersama jajarannya secara daring.
Diketahui ada Asta Mandala dalam program SMK Go Global. Panca Sukses, yakni sukses kompetensi, sukses perlindungan, sukses penempatan, sukses remitansi dan sukses tata kelola. Serta Tri Dampak, impact social, impact kualitas SDM dan impact ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Menteri nampak menyapa langsung secara daring beberapa BP3MI. Pun berdialog dengan para calon pekerja migran Indonesia di daerah. Bertanya asal latar pendidikan dan jurusan, apa yang akan dilatih dan negara mana yang diinginkan untuk bekerja nanti.
"Selamat mengikuti kegiatan pelatihan dan pendidikan, ikuti dengan baik. Ikuti arahan dari semua instruktur dan pengajaran. Harus disiplin ya," tegasnya kepada para peserta, yang tahun ini ada sekira 40 ribu orang di Indonesia.
"Nanti disesuaikan dengan negara mana yang sudah siap, bersama dengan JOnya (Job order). Tolong dikoordinasikan dengan baik, agar semua peserta bisa mengikuti dengan baik," tambahnya.
Dirinya mendorong untuk mengikuti pelatihan dengan tuntas, karena semua biaya ditanggung oleh pemerintah. "Yang penting ikut dulu pelatihannya sampai tuntas, karena pemerintah sudah membiaya semuanya. Tambah kemampuan bahasa dan kompetensinya" katanya.
Menteri juga menegaskan kepada jajaran Kepala BP3MI agar memonitoing langsung kegiatan pelatihan. "Tolong Kepala Balai dicek setiap hari. Jangan hanya terima laporan di atas meja, di cek di tempat pelatihan agar berjalan dengan baik," ungkapnya.
Tahun depan kata Menteri Mukhtarudin, direncanakan akan ditambah kuota jadi 140 ribu orang. "Dan tahun depan anggaran lebih besar. Tahun ini 40 ribu orang, tahun depan 140 ribu orang. Jadi yang daftar tahun ini, bisa daftar lagi tahun depan. Karena ini waktunya dekat, maka diprioritaskan yang sudah punya upskilling," terangnya.
Menteri juga meminta agar para peserta mengikuti pelatihan dan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Pasalnya usai itu, akan juga ada ujian kompetensi.
"Karena setelah pelatihan, akan dilakukan lagi uji kompetensi. Jangan sampai lulus pelatihan namun tidak lulus kompetensi. Dua-duanya harus lulus. Karena kita tidak bisa mengirim tenaga kerja yang tidak lulus kompetensi, termasuk kesehatan yang harus dijaga. Sebab yang akan kita kirim adalah baik kesehatan jasmani dan rohani," tegasnya lagi.
"Terima kasih semua pihak yang telah terlibat untuk memastikan anak-anak kita ini boleh berkompetisi untuk bekerja di luar negeri," tambahnya lagi.(*)
Editor : Reza Abdilah