MANADOPOST.ID-Nama Sulawesi Utara mencuri perhatian dalam misi diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di Sydney, Australia.
Empat figur berdarah Bolaang Mongondow, Hulontalo (Gorontalo), Sangihe-Talaud, dan Minahasa atau BOHUSAMI tampil berdampingan di meja utama KJRI Sydney, Kamis (27/8) lalu dalam pelantikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Australia.
Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Osco Olfriady Letunggamu, Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS. Ia duduk satu meja bersama Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS Sandiaga Salahuddin Uno, Konsul Jenderal RI di Sydney Pendekar Muda Leonard Sondakh, Wakil Ketua Umum DPP GEKRAFS Laja Lapian, serta Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian.
Momen tersebut bukan sekadar posisi duduk dalam sebuah forum. Kehadiran Osco di meja utama memperlihatkan kiprah figur asal Sulawesi Utara yang kini ikut mengambil bagian dalam membangun jejaring ekonomi kreatif Indonesia di level internasional.
Sandiaga Uno menegaskan, ekspansi GEKRAFS ke Australia harus menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku usaha kreatif Indonesia.
Australia dinilai dapat menjadi simpul strategis untuk memperluas pasar, kolaborasi dan koneksi bisnis global.
Osco pun menegaskan, keberadaan DPLN GEKRAFS di luar negeri tidak boleh berhenti pada seremoni organisasi. Menurutnya, jaringan internasional harus mampu membuka akses pasar, investasi, kolaborasi hingga business matching bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
“Yang terpenting bukan duduk di depan atau di belakang. Yang terpenting adalah apa yang bisa kita kerjakan dan bawa kembali untuk Indonesia dan Sulawesi Utara,” ujar Osco.
Ia memaknai pertemuan tersebut sebagai simbol persaudaraan BOHUSAMI yang mampu menembus batas geografis.
Jauh dari tanah Sulawesi, para putra BOHUSAMI justru bertemu di Sydney membawa satu semangat: memperkuat posisi Indonesia melalui ekonomi kreatif.
Dari meja utama KJRI Sydney, Osco Letunggamu membawa nama Sulawesi Utara masuk dalam percakapan ekonomi kreatif global—bukan sekadar sebagai daerah asal, tetapi sebagai bagian dari kekuatan jejaring Indonesia menuju pasar dunia. (lak)
Editor : Livrando Kambey