Ketum Olly Dondokambey Sampaikan Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua 

Tommy Waworundeng • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:38 WIB
Ketum Olly Dondokambey Sampaikan Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua 
Ketum Olly Dondokambey Sampaikan Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua 

 

MANADOPOST.ID-Ketua Umum Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI), Prof. Dr. (HC) Olly Dondokambey, SE, menegaskan peran strategis P/KB PGI dalam memperkuat pelayanan gereja, membangun ketahanan keluarga, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Penegasan tersebut disampaikan dalam Konsultasi Nasional (Konas) XIX P/KB PGI yang berlangsung  di Raja Ampat Papua Barat Daya, 8–12 September 2026.

Ketum Olly Dondokambey Sampaikan Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua 
Ketum Olly Dondokambey Sampaikan Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua 

 

Berikut draf jawaban Peran Strategis P/KB PGI di Konas XIX Papua Barat:

*1. Pandangan tentang peran strategis P/KB PGI dalam ketahanan keluarga & moral bangsa*
Peran P/KB sangat strategis. Karena kalau mau selamatkan bangsa, mulainya dari rumah.
P/KB dipanggil jadi "tiga jabatan Kristus" di keluarga: *Imam, Nabi, dan Raja*.
Imam: memimpin doa dan ibadah keluarga.
Nabi: mengajarkan kebenaran Firman.
Raja: melindungi dan menata keluarga.
Di tengah gempuran medsos, judi online, narkoba, maka P/KB harus jadi benteng pertama. Keluarga kuat = Bangsa kuat.

*2. Target utama Konas XIX P/KB PGI di Papua*
Ada 3 target utama kami:
*Pertama, Penguatan Internal*: Merumuskan program kerja 5 tahun yang relevan dengan tantangan zaman.
*Kedua, Penguatan Jemaat*: Melahirkan P/KB di setiap jemaat yang programatik, bukan seremonial saja.
*Ketiga, Dampak ke Masyarakat*: P/KB hadir menjawab isu nyata di Papua dan Indonesia: kemiskinan, stunting, pendidikan, dan kerukunan.
Konas ini bukan sekedar sidang. Ini adalah "rapat komando" kaum bapak se-Indonesia.

*3. Sinergi P/KB dengan Pemerintah Daerah soal kemiskinan & stunting*
Kami percaya gereja tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah juga tidak bisa tanpa gereja.
Contoh sinergi: P/KB jadi relawan pendamping posyandu, jadi penggerak "Dapur Sehat" di jemaat, pelatihan UMKM untuk bapak-bapak.
Di banyak daerah, P/KB sudah Mapalus untuk bantu keluarga miskin dan anak stunting.
Harapan kami: Pemda membuka ruang lebih besar agar P/KB jadi mitra resmi dalam program pengentasan kemiskinan.

*4. Langkah konkret P/KB sebagai teladan literasi digital*
Tantangannya: HP bisa jadi berkat, bisa jadi kutuk.
Langkah konkret:
1. *Sekolah Digital Keluarga* di jemaat. Bapak ajarkan anak pakai HP untuk belajar, bukan judi.
2. *Cerdas Bermedsos*: Tidak share hoax, tidak ujaran kebencian.
3. *Bapak Digital*: P/KB harus paling duluan melek teknologi untuk pelayanan.
Bapak harus jadi "firewall" pertama di rumah.

*5. Dorongan P/KB aktif di kepemimpinan publik & ekonomi kerakyatan*
Kami dorong lewat 2 jalur:
*Pelatihan*: Bimtek kepemimpinan, politik kebangsaan, dan kewirausahaan untuk P/KB.
*Teladan*: Dorong anggota P/KB maju jadi Hukum Tua, anggota DPRD, pengurus koperasi, BUMDes.
Ekonomi kerakyatan: Gerakkan "Koperasi P/KB", "Mapalus Dana Usaha". Biar jemaat tidak hanya jadi penonton ekonomi.

*6. Kontribusi P/KB soal lingkungan hidup & perubahan iklim*
Ini panggilan iman: menjaga ciptaan.
Kontribusi nyata:
1. *Gerakan P/KB Tanam Pohon* di lahan gereja dan masyarakat.
2. *P/KB Peduli Sampah*: Bersih-bersih lingkungan tiap bulan.
3. *Edukasi*: Tolak penebangan liar, jaga laut dan hutan.
Di Papua ini isu sangat relevan. P/KB harus terdepan menjaga tanah pusaka untuk anak cucu.

*7. Strategi program kerja yang inklusif untuk bapak-bapak muda*
Kuncinya: "Jangan tinggalkan yang muda".
Strategi:
1. *PKB Muda*: Buat wadah khusus dengan kegiatan yang relevan: olahraga, pelatihan digital, UMKM.
2. *Mentoring*: Bapak senior dampingi bapak muda.
3. *Bahasa baru*: Pakai media sosial, podcast, youtube untuk PA dan pembinaan.
Gereja masa depan ada di tangan bapak-bapak muda hari ini.

*8. Pesan agar tetap konsisten jadi Imam, Nabi, dan Raja*
Pesan saya: "Bapak, jangan lelah".
Di tengah sibuk organisasi, jangan sampai altar keluarga padam.
Ingat: Jabatan di organisasi bisa selesai 5 tahun. Tapi jabatan sebagai Bapak adalah seumur hidup.
*"Rumah tanggamu adalah sidang jemaat pertamamu."*
Pimpin dengan doa, dengan teladan, bukan dengan bentakan.

*9. Memperkuat kolaborasi lintas denominasi di bawah PGI*
Kekuatan PGI adalah keberagaman. Momentum Konas ini adalah rumah bersama.
Caranya:
1. *Program Bersama*: Bakti sosial, tanggap bencana lintas sinode.
2. *Dialog Rutin*: Pertemuan P/KB antar denominasi di tingkat daerah.
3. *Satu Suara*: Soal kebangsaan, kemanusiaan, kita bicara satu suara sebagai PGI.
Di tengah perbedaan, kita tunjukkan: "Torang Samua Basudara".

*10. Harapan besar 5 tahun ke depan pasca Konas XIX*
Harapan saya: 5 tahun dari sekarang,
P/KB PGI dikenal sebagai *"Penjaga Keluarga, Penggerak Ekonomi, dan Pelopor Kerukunan"*.
Setiap jemaat punya P/KB yang hidup. Setiap bapak jadi berkat di rumah, di gereja, di masyarakat.
Dan PGI semakin kuat karena tiang kaum bapaknya kokoh.

*Penutup:*
Mari kita jadikan Konas XIX di Tanah Papua ini bukan titik akhir, tapi titik tolak.
Untuk Indonesia yang lebih baik, dimulai dari keluarga. Dan keluarga dimulai dari Bapak.

_Tuhan memberkati_
(*)

 

 

 

 

Editor : Tommy Waworundeng
pgi Gereja Olly Dondokambey