MANADOPOST.ID--17 September 2026, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memasuki usia 63 tahun. Di usia tersebut, perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Darat, birokrat, politisi hingga kepala daerah kini berlanjut di Bumi Nyiur Melambai.
Yulius Selvanus merupakan Gubernur Sulawesi Utara periode 2025–2030. Ia memimpin Sulut bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay setelah keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.
Dalam Pilkada Sulawesi Utara 2024, pasangan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay memperoleh 539.039 suara atau 36,87 persen dari total suara sah. Hasil tersebut menempatkan keduanya sebagai pasangan dengan perolehan suara terbanyak dari tiga pasangan calon yang bertarung.
Yulius Selvanus memiliki akar keluarga yang kuat di Sulawesi Utara. Ia berdarah Minahasa dari Kakas, sementara garis keluarganya juga berasal dari Tana Toraja.
Latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Yulius hingga akhirnya tampil sebagai salah satu tokoh yang memimpin Sulawesi Utara.
Sebelum masuk ke pemerintahan sipil, Yulius menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Ia merupakan lulusan SMA Negeri 38 Jakarta dan Akademi Militer 1988B. Setelah itu, berbagai pendidikan militer ditempuh, mulai dari Sesarcab Infanteri, Pendidikan Komando, Diklapa I, Diklapa II, Seskoad 2005 hingga Sesko TNI. Data profil resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat perjalanan pendidikan dan jabatan tersebut.
Yulius berasal dari kecabangan Infanteri dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kopassus. Salah satu posisi yang pernah dipercayakan kepadanya adalah Wakil Komandan Grup-1 Kopassus pada 2010-2012.
Kariernya kemudian berkembang ke bidang intelijen dan kewilayahan. Pada 2016 hingga 2018, ia dipercaya sebagai Kabinda Kepulauan Riau. Setelah itu, Yulius menjadi Staf Khusus Kasad pada 2018-2019.
Pada 2019, ia dipercaya memimpin Korem 181/Praja Vira Tama. Setahun kemudian, Yulius mendapat kepercayaan sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan Kementerian Pertahanan atau Kabainstrahan Kemhan.
Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi terakhirnya dalam karier militer sebelum kemudian memasuki fase baru di pemerintahan dan politik.
Setelah mengakhiri pengabdian di militer, Yulius memasuki dunia politik. Pada 2024, ia dipercaya memimpin DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara.
Perjalanan politik itu kemudian berujung pada pencalonannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Bersama Victor Mailangkay, Yulius mengikuti Pilkada 2024 dan akhirnya ditetapkan KPU Sulut sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih.
Sejak dilantik pada Februari 2025, latar belakang militernya kemudian bertemu dengan tantangan baru: mengelola pemerintahan daerah dengan karakter Sulawesi Utara yang terdiri atas wilayah daratan, kepulauan dan kawasan perbatasan.
Memasuki pemerintahan, Yulius bersama Victor Mailangkay membawa agenda pembangunan yang dirancang dalam sejumlah misi, mulai dari tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi, penguatan daya saing hingga ketahanan pangan, energi dan air.
Yulius menempatkan transformasi ekonomi dan efisiensi fiskal sebagai bagian penting dari arah pembangunan Sulawesi Utara. Pemerintah provinsi juga menetapkan tema percepatan peletakan fondasi transformasi Sulut yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinannya, pemerintah daerah menempatkan penguatan sumber daya manusia, agrobisnis dan pariwisata sebagai sejumlah pilar utama pembangunan.
Di bidang pemerintahan, Yulius juga mendorong aparatur sipil negara untuk tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi. Ia meminta pejabat administrator dan ASN Pemprov Sulut menjadi motor perubahan melalui inovasi, solusi serta program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dan turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam pemerintahannya. Yulius terus menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran, lingkungan sekolah yang nyaman serta dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi terhadap pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, serta transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Sektor pertanian juga menjadi bagian dari agenda yang terus didorong. Salah satu lokasi penguatan sektor pertanian tersebut adalah Kakas, wilayah yang memiliki hubungan genealogis dengan keluarga Yulius.
Sebagai mantan perwira TNI yang pernah bertugas di wilayah timur Indonesia, isu kawasan perbatasan juga menjadi bagian yang menonjol dalam kepemimpinannya.
Bagi Yulius, kawasan kepulauan dan perbatasan bukan sekadar wilayah terluar secara geografis, tetapi bagian strategis yang memiliki potensi ekonomi dan harus memperoleh perhatian pembangunan.
Perjalanan Yulius Selvanus pada akhirnya memperlihatkan perubahan medan pengabdian. Dari seorang perwira Kopassus, pejabat intelijen, Komandan Korem hingga pejabat strategis di Kementerian Pertahanan, ia kemudian masuk ke dunia politik dan akhirnya memimpin pemerintahan daerah.
Kini, memasuki usia 63 tahun, Yulius berada pada fase penting dalam perjalanan kepemimpinannya di Sulawesi Utara.
Tahun-tahun awal pemerintahannya telah diisi dengan penataan birokrasi, penguatan layanan dasar, pembangunan wilayah perbatasan, pertanian, investasi serta agenda transformasi ekonomi.
Masih panjang perjalanan hingga 2030. Namun satu hal yang sudah terlihat dari perjalanan tersebut adalah perubahan medan tugas Yulius Selvanus: dari menjaga kepentingan pertahanan negara sebagai prajurit, kini menghadapi tantangan yang berbeda sebagai kepala daerah—memastikan pembangunan Sulawesi Utara berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat di 15 kabupaten dan kota.(*)
Editor : Angel Rumeen