Harus Dipelototi APH, PETI Bowone Tanah Mahamu Diduga Bakal Lakukan Pengolahan Emas

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:31 WIB
PERLU ATENSI: Lokasi tambang emas di Bowone Tanah Mahamu yang sekarang kembali beroperasi masih dengan pemodal yang sama
PERLU ATENSI: Lokasi tambang emas di Bowone Tanah Mahamu yang sekarang kembali beroperasi masih dengan pemodal yang sama

MANADOPOST.ID - Instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban tambang ilegal dan penghentian operasional tambang ilegal, ternyata tak berlaku di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bowone Tanah Mahamu.

PETI tersebut sempat terhenti akibat cukong Warga Negara Asing (WNA) dan pemodal lokal yang merupakan penjamin WNA China, tak berkutik akibat atensi Aparat Penegak Hukum (APH).

Namun sepertinya, otak dari PETI Bowone Tanah Mahamu merasa kebal hukum dan secara langsung melawan instruksi Presiden Prabowo, dimana aktivitas PETI yang sebelumnya terhenti, kini kembali beroperasi dan melakukan aktivitas pengolahan dengan menggunakan bak dan Sianida.

Berbagai sumber yang ditemui Manado Post yang meminta namanya tidak diberitakan mendorong APH untuk wajib memelototi aktivitas pertambangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya lokasi PETI Bowone Tanah Mahamu.

Dari sumber yang ditemui Manado Post, didapatkan informasi bahwa lokasi Bowone Tanah Mahamu, merupakan tempat olahan dari Warga Negara Asing (WNA) China yang sebelumnya ditangkap Imigrasi Tahuna.

"Yang perlu kalian perhatikan itu lokasi Bowone Tanah Mahamu. Itu kan yang sempat Manado Post beritakan lalu. Sekarang mereka akan beroperasi lagi. Mereka hanya menunggu semua redah saja. Jadi nama-nama dan perusahaan yang sekarang viral itu benar. Mereka sudah persiapan mengolah lagi," bebernya.

Informan Manado Post tersebut juga menyampaikan bahwa bak pengolahan dilokasi Bowone Tanah Mahamu, sudah terisi setengah. Sehingga investor asing dengan penjamin orang lokal tersebut, tetap ngotot untuk melakukan pengolahan.

"Kan kemarin mereka belum sempat mengolah. Nah yang bak besar itu milik WNA China, mereka masih stand by. Material mereka sudah terisi setengah bak. Tidak mungkin mereka mundur. Yang bak kecil sudah mereka olah. Yang bak 20 ribu belum sempat diolah," sebutnya.

Ditempat berbeda, narasumber lain yang ditemui Manado Post menyebutkan bahwa saat ini terjadi kelangkaan Sianida dan Air Perak, karena permintaan PETI Sangihe sudah sangat besar.

"Sianida dan Air Perak sudah langkah sekarang di Manado. Kalaupun ada sekarang harganya mahal. Sianida 40 juta perkaleng 50 kilogram. Air Perak 3,4 juta perkilo. Harganya naik karena semua barang lari ke Sangihe. Habis stok," tutupnya. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Bowone Sangihe Tambang Ilegal Presiden Prabowo PETI