IMA Sulawesi Utara Goes To School ke MIS, Andy Sumual: Sikap Jadi Kunci Masa Depan Generasi Muda

Reza Abdilah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 12:50 WIB
Andy Sumual, Penasehat IMA Sulawesi Utara yang juga President Director FreshMart
Andy Sumual, Penasehat IMA Sulawesi Utara yang juga President Director FreshMart

 

MANADOPOST.ID—Indonesia Marketing Association (IMA) Sulawesi Utara Goes to School. Kali ini menyapa para siswa Manado Independent School. Materi dibawakan Penasehat IMA Andy Sumual, yang juga President Director FreshMart.

Andy Sumual di hadapan ratusan pelajar SMA MIS, mengajak para pelajar untuk membangun sikap positif, disiplin, dan keberanian menentukan masa depan sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Andy Sumual saat membawakan materi entrepreneurship di hadapan siswa SMA Manado Independent School (MIS), Selasa (22/9/2026), dalam kegiatan IMA Goes To School.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program menuju Manado High Market yang akan digelar di Atrium Mantos 3 pada 14 sampai 18 Oktober 2026.

Dalam pemaparannya, Andy menekankan bahwa perkembangan teknologi akan terus membawa perubahan besar dalam kehidupan dan dunia kerja. Namun, menurut dia, ada satu hal yang tetap berada dalam kendali setiap orang, yakni sikap. “Dunia berubah, tetapi sikap tetap di tangan kita,” pesan Andy kepada para pelajar.

Ia mengatakan, generasi muda tidak dapat sepenuhnya mengendalikan apa yang akan terjadi di masa depan. Persaingan bahkan bisa semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, kemampuan memilih sikap yang tepat menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan.

“Pilihlah sikap yang benar, karena sikap yang benar akan menuntunmu ke tujuan dan takdir yang benar,” ujarnya.

Memilih Siapa Diri Kita, Andy juga mengingatkan para siswa bahwa setiap orang memiliki pilihan dalam menentukan arah kehidupannya.

Seseorang dapat memilih untuk tidak disiplin atau memilih bekerja keras. Seseorang juga dapat memilih hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri atau menjadi pribadi yang memberikan manfaat dan berkat bagi orang lain.

“Tidak ada orang lain yang boleh menentukan sikapmu. Bukan teman, bukan keadaan, melainkan kamu sendiri,” tegasnya.

Menurut Andy, keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik maupun kondisi lingkungan, tetapi juga oleh keputusan dan kebiasaan yang dibangun seseorang setiap hari.

Pentingnya Memilih Lingkungan. Di hadapan para pelajar, Andy juga menyoroti pentingnya memilih lingkungan pergaulan. Ia menggambarkan kuatnya pengaruh teman dalam membentuk kebiasaan dan karakter seseorang.

“Jika empat temanmu pemabuk, kamu akan menjadi yang kelima. Jika empat temanmu perokok, kamu akan menjadi yang kelima,” katanya.

Karena itu, Andy mengajak generasi muda untuk berada dalam lingkungan yang mendorong pertumbuhan dan prestasi.

Ia menyebut keberadaan Indonesian Marketing Association (IMA) sebagai salah satu wadah yang dapat mempertemukan generasi muda dengan orang-orang yang memiliki semangat berprestasi, wawasan luas, kemauan berjuang, serta saling mendorong untuk berkembang.

Membangun Budaya Lebih Sulit. Lebih jauh, Andy mengatakan bahwa membangun sebuah usaha bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan keuntungan.

Menurut dia, kemampuan membangun bisnis dapat dipelajari. Namun, membangun budaya kerja, budaya tim, dan budaya hidup membutuhkan proses yang lebih panjang. “Budaya lebih sulit dibangun daripada usaha,” ujarnya.

Ia mencontohkan nilai-nilai yang dibangun di lingkungan Fresh Mart, yakni semangat untuk terus bertumbuh setiap hari. Pertumbuhan tersebut, kata Andy, tidak hanya diukur dari sisi keuntungan bisnis, tetapi juga dari proses membentuk manusia yang lebih baik.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk tidak hanya berpikir tentang menjadi pengusaha, tetapi juga mempersiapkan karakter dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan.

Masa Depan Ditentukan Pilihan. Mengakhiri materinya, Andy mengajak para pelajar untuk berani mengambil keputusan dan tidak membiarkan hidup mereka diarahkan oleh keadaan maupun hal-hal yang bukan menjadi impian mereka.

“Apakah kamu setuju? Apakah kamu melangkah? Atau hanya diam? Itu semua tergantung kepadamu,” katanya.

Andy menegaskan, masa depan memang penuh dengan berbagai hal yang belum diketahui. Namun, manusia tetap memiliki pilihan tentang bagaimana menyikapi perubahan tersebut.

“Masa depan mungkin penuh hal yang tidak kita ketahui. Tapi satu hal yang pasti — sikap yang benar akan menjadi kompas yang menuntun kita pulang, ke tempat yang Tuhan sediakan bagi kita,” pungkasnya. (*)

Editor : Reza Abdilah
Andy Sumual MIS sulawesi utara goes to school IMA