MANADOPOST.ID— Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus disikapi secara bijak oleh generasi muda. AI dapat menjadi alat bantu yang sangat kuat, namun tidak boleh mengambil alih kemampuan manusia untuk berpikir dan mengambil keputusan.
Pesan tersebut disampaikan senior Indonesia Marketing Association (IMA) Abrizal Ang dalam kegiatan IMA Goes To School di SMA Kr Eben Haezar Manado, Rabu (23/9/2026), dalam rangkaian kegiatan Manado High Street Market.
Abrizal Ang yang akrab disapa Ko Ayang mengibaratkan penggunaan AI seperti berada di dalam sebuah pesawat.
Menurut dia, manusia harus tetap menjadi pilot, sementara AI berperan sebagai kopilot yang membantu memberikan informasi, memeriksa data, mencari referensi, membaca kondisi, hingga menawarkan sejumlah pilihan.
“Jangan sampai AI menjadi pilot otomatis. Kita tetap harus memegang kendali,” demikian inti pesan yang disampaikan Ko Ayang kepada para pelajar.
Ia mencontohkan, penggunaan AI yang tepat adalah meminta bantuan untuk mendapatkan beberapa sudut pandang atau membuat kerangka sebuah tulisan, kemudian pelajar tetap mengembangkan argumen dan pemikirannya sendiri.
Sebaliknya, jika seluruh tugas berpikir diserahkan kepada AI lalu hasilnya hanya disalin dan dikumpulkan, menurutnya, hal tersebut justru dapat membuat kemampuan berpikir kritis semakin berkurang.
“Kalau semua diserahkan kepada AI, kita bisa kehilangan kemampuan berpikir sendiri. Ketika menghadapi persoalan nyata yang kompleks, manusia tetap harus mampu menentukan arah,” menjadi pesan penting dalam materi tersebut.
Selain penggunaan AI, Ko Ayang juga mengingatkan pelajar mengenai kebiasaan mengonsumsi konten digital yang serba singkat, seperti Reels dan Story.
Menurutnya, kebiasaan menerima informasi dalam durasi sangat pendek secara terus-menerus dapat membuat seseorang terbiasa dengan informasi instan dan kurang terlatih memahami persoalan yang panjang serta kompleks.
Karena itu, generasi muda didorong untuk tidak hanya mengonsumsi konten hiburan singkat, tetapi juga memilih sumber informasi yang dapat membangun kemampuan membaca, memahami, menganalisis dan berpikir mendalam.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kecenderungan AI memberikan jawaban dengan bahasa yang terlihat meyakinkan.
Ko Ayang mengingatkan bahwa jawaban AI tidak selalu benar.
Karena itu, pengguna harus memiliki sikap skeptis dan menjadi pemeriksa terhadap setiap informasi yang diberikan.
Pelajar, katanya, perlu membiasakan diri bertanya: apakah informasi tersebut merupakan fakta, pendapat, atau sekadar kemungkinan.
Informasi yang diperoleh dari AI perlu diperiksa kembali dengan membandingkannya dengan sumber lain dan mencari bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga memberikan contoh pengalaman seseorang yang menggunakan AI untuk mencari informasi mengenai keluhan kesehatan. Berdasarkan cerita yang disampaikannya, orang tersebut mendapatkan rekomendasi obat dari AI, kemudian mengonsumsinya dan mengalami kondisi kesehatan serius.
Kisah tersebut digunakan sebagai peringatan bahwa jawaban AI yang terdengar meyakinkan tetap dapat keliru, terutama ketika menyangkut kesehatan, keselamatan, keputusan penting maupun masa depan seseorang.
Generasi Muda Harus Mengendalikan Teknologi
Ko Ayang juga menekankan bahwa generasi muda justru memiliki peluang besar untuk memanfaatkan perkembangan AI.
Karena itu, pelajar tidak perlu takut terhadap teknologi. Yang penting adalah memahami cara menggunakannya secara bertanggung jawab sekaligus mengetahui keterbatasannya.
“Gunakan AI sebagai pembantu, bukan sebagai pengambil keputusan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada para pelajar.
Menurutnya, kemampuan manusia untuk berpikir kritis, memeriksa informasi dan mengambil keputusan tetap tidak boleh digantikan oleh teknologi.
“Jangan pakai AI untuk memutuskan hidupmu. Pakai AI untuk membantumu berpikir lebih baik, tetapi keputusan terakhir tetap di tanganmu,” menjadi pesan penutup Ko Ayang dalam materi tersebut.
Kegiatan IMA Goes To School sendiri menjadi bagian dari rangkaian Manado High Street Market, sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk mendapatkan wawasan mengenai kewirausahaan, perkembangan teknologi dan tantangan generasi muda di tengah perubahan dunia yang semakin cepat. (*)
Editor : Tommy Waworundeng